Sabtu, 19 Sep 2020 | WIB

Selain Dugaan Korupsi, Fraksi Gerindra DPRD Tangsel Juga Sebut Pemkot Sudah Gagal Urus Masalah Sampah

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 23 Mei 2020, 10:15 WIB
MCMNEWS.ID | Wakil Ketua Fraksi Gerindra-PAN DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Abdul Rahman. (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID –   Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengatakan jebolnya Tanggul penopang sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Tangsel patut diduga ada bau korupsi korupsi dalam proyek sheet file cipeucang.

Diketahui dinding penahan sampah Cipeucang di Bantaran Sungai Cisadane longsor dan longsoran Sampah hampir menutupi aliran air Sungai Cisadane. Bahkan sampah-sampah terbawa arus sampai ke Kota Tangerang.

Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Abdul Rahman katakan Sheet File (dinding penahan) tumpukan sampah ini sejatinya baru di bangun di Tahun Anggaran 2019. 

Dia terangkan bangunan yang baru di bangun beberapa bulan tersebut kini sudah terjadi longsor. Pasalnya proyek yang sangat fantastis tersebut nilainya hampir Rp.24 miliar namun anehnya baru beberapa bulan ini sudah rusak.

“Melihat hal tersebut Abdul Rahman sebagai Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tangsel mencium aroma busuk dalam proyek pembangunan Sheet File ini, baunya melebihi sampah cipeucang,” ketusnya, saat dikonfirmasi mcmnews.id, Sabtu pagi, (23/5/2020).

“Bagaimana Mungkin bangunan Seharga  hampir 24 Miliar hancur dalam beberapa bulan, jelas ini ada yang tidak benar dalam pelaksanaannya,” jelas dia.

Abdul Rahman pun mengatakan patut di duga ada penyelewengan dalam proyek pembangunan ini, dan saya akan meminta Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan untuk melakukan penyelidikan dan apabila ada temuan awal bisa melanjutkan pada tahap penyidikan.

“Bahkan karena ini sudah di angka miliaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa ambil Penyelidikan Kasus ini,” kata dia.

Ia pun jelaskan longsornya sheet file ini bukan hanya memperlihatkan semakin kacaunya tata kelola pemerintahan Tangerang Selatan, TPA Cipeucang adalah bukti kegagalan Airin Benyamin dalam pengelolaan Sampah.

“Seharusnya kita sangat malu kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang karena mengimpor bau dari sampah dan sekarang kita harus bertanggung jawab kepada masyarakat dan Pemerintah Kota Tangerang karena sampah yang hanyut di sungai cisadane terbawa sampai daerah Kota Tangerang,” jelas dia.

“Bahkan hal ini juga mengancam pasokan air bersih untuk masyarakat Kota Tangerang. Maka dari itu aparat penegak hukum harus segera melakukan langkah-langkah hukum yang tegas dan jelas,” tegas dia.

back-to-top