Detail

Sekda Tangsel Pastikan ada Penambahan Anggaran BTT Perubahan 2021

Wednesday, 18 August, 2021, 14:52 WIB
Penulis: Andre Pradana

MCMNEWS.ID – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dipastikan akan menambahkan anggaran pada Belanja Tak Terduga (BTT) pada perubahan tahun 2021.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo, menjelaskan, BTT Perubahan yang dimaksud akan dimaksimalkan pada penanganan Covid-19, dan pengeluaran wajib mengikat yang belum terbayarkan pada anggaran murni 2021.

“Pada prinsipnya begini, BTT ada penambahan apa tidak, pastinya ada. Itu (angka pasti dana BTT), saya suka takut jawab angka detail karena seringkali kalau angka-angka saya lupa. Prinsipnya begini, BTT penambahan ada atau tidak ada penambahan?Ada,” kata Bambang Noertjahjo, ditulis Rabu, (18/8/2021).

“Kalau (BTT) perubahan kebanyakan mengembalikan yang berkaitan dengan pengeluaran wajib mengikat yang belum kita perhitungkan atau kita biayakan secara penuh. Biaya-biaya tunjangan pegawai itu semua kita penuhin. Akan tetapi dominannya memang penanganannya lebih kepada bidang kesehatan khusus yaitu penanganan Covid-19, karena memang itu bloking terbesar disitu,” tutur Bambang.

Saat disinggung soal anggaran BTT sebelumnya sebesar Rp.32,7 miliar dan anggaran refocusing, pihaknya enggan menjawab secara detail. Pasalnya, anggaran yang dimaksud wartawan telah habis dibelanjakan, dan penggunaannya masih dalam proses berjalan, untuk penanganan di sektor kesehatan.

“Saya tidak akan menjawab detail karena pertama, ini (anggaran refocusing) juga masih berlanjut proses. Kedua kalau berkaitan dengan yang Rp.32,7 miliar itu sudah habis, habis banget tidak, tetapi dominannya memang penanganan kesehatan khusus, penanganan covid,” ungkap Bambang.

Karena memang itu bloking terbesar disitu, penambahan juga memang untuk penguatan itu sejalan dengan apa yang di intuksikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri),” tegas Bambang.

Diberitakan sebelumnya, Walikota Tangsel Benyamin Davnie, menyebut pihaknya telah menyiapkan anggaran BTT untuk penanganan Covid-19 di wilayahnya.

Benyamin mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) tengah berkomunikasi secara intensif dengan pihak penyedia kantung jenazah dan peti mati, beberapa waktu lalu.

“Dana BTT yang eksisting Rp.4,7 miliar, kelebihan dana bagi hasil Rp.28 miliar. Jadi ada sekitar Rp.32,7 miliar. Kantung jenazah dan peti serta ambulance, untuk ambulance kita menambah mobil-mobil untuk kita alih fungsi jadi ambulance, luxio dan hiace,” kata Bang Ben saat dikonfirmasi wartawan.

“Ada dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dua unit, Dinas Pariwisata satu unit. kurang lebih enam unit mobil untuk dialih fungsikan. Peti mati dan kantung jenazah kita kerjasama dengan penyedia secara intensif, pokoknya pasti kami bayar,” tambahnya.