Selasa, 29 Sep 2020 | WIB

Sejak Diresmikan RLC 19 Baru Merawat 24 ODP Dari Total 1051 Data ODP di Tangsel

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 07 Mei 2020, 14:44 WIB
MCMNEWS.ID | Koordinator Rumah Lawan Covid Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Suhara Manulang. (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) beberapa waktu lalu telah meresmikan Rumah Lawan Covid yang berlokasi di Kawasan Pertanian Terpadu, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel, sebagai tempat karantina Orang Dalam Pemantauan (ODP) dalam upaya memutus mata rantai penyebaran wabah virus Covid-19.

Meski memiliki tempat khusus untuk merawat pasien yang berstatus ODP, namun sampai hari ini, Kamis (7/5/2020), menurut data yang dilansir dari laman lawancovid19.tangerangselatankota.go.id, angka ODP di Tangsel masih terbilang cukup tinggi, yakni 1051 orang.

Koordinator Rumah Lawan Covid Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Suhara Manulang, mengungkapkan, sejak awal diresmikan (Selasa 14/4/2020), Rumah Lawan Covid sudah merawat pasien sebanyak 24 orang.

Dikatakan Suhara, dari 24 orang yang dirawat di Rumah Lawan Covid, 11 orang dinyatakan sembuh, 12 orang masih dirawat, dan 1 orang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Kota Tangsel.

“Kalau dari mulai diresmikan sudah ada 24 orang, 1 orang sudah dirujuk ke RSU Tangsel dan sekarang sedang dirawat di Puskesmas Pamulang, karena beliau ada homorbit (penyakit penyerta). Saat ini ada 12 orang (yang dirawat di Rumah Lawan Covid), karena sebelumnya 11 orang sudah dinyatakan sehat,” kata Suhara, saat dihubungi Mcmnews.id, Kamis, (7/5/2020).

Suhara menjelaskan, sedikitnya jumlah orang yang dirawat di Rumah Lawan Covid, dikarenakan Rumah Lawan Covid hanya menunggu kedatangan pasien yang memiliki keinginan dirawat. Hal itu dikarenakan Rumah Lawan Covid tidak memiliki kewenangan meminta orang berstatus ODP untuk dirawat.

“Kalau memang yang bersangkutan mampu melakukan karantina mandiri dirumah sendiri ya silahkan. Rumah lawan covid sifatnya sarana, yang boleh melakukan itu gugus tugas,” jelas Suhara.

“Kalau Puskesmas juga tidak berkewenangan memaksa, kalau secara pendekatan medis harus (dikarantina), karena kan takut menular, tapi kan ini ada hak pasien itu sendiri, hak pasien bisa diambil jika lingkungan menyatakan tidak layak karantina mandiri,” tambahnya.

Sekedar informasi, Rumah Lawan Covid sendiri memiliki kapasitas dapat menampung 148 orang, 25 tempat tidur untuk PDP  dan 123 tempat tidur untuk ODP.

back-to-top