Detail

Rotasi Mutasi di Tangsel Molor, Pengamat: Tarik Menarik Politiknya Lebih Tinggi

Senin, 6 Desember, 2021, 14:40 WIB
Penulis: Andre Pradana

MCMNEWS.ID – Rotasi mutasi ditubuh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) molor dari waktu yang telah ditetapkan sebelumnya yakni pada akhir Oktober 2021 lalu.

Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, menilai, molornya rotasi mutasi ditubuh Pemkot Tangsel karena adanya tarik menarik kepentingan politik.

Bahkan, menurut Ujang, molornya rotasi mutasi juga berdampak langsung terhadap kebutuhan pelayanan kepada masyarakat serta menjadi bukti ketidakprofesionalan Walikota dan Wakil Walikota.

“Kalau sudah bersama-sama, satu paket pasangan, mestinya bisa dikompromikan antara Walikota dan Wakil Walikota,” kata Ujang Komarudin, ketika dikonfirmasi, Senin, (6/12/2021).

“Saya melihat tarik-menarik politiknya lebih tinggi dari pada kebutuhan profesionalitas dan penempatan secara bagus dari jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut. Bisa dianggap ketidakprofesionalan terhadap kebutuhan pelayanan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Dikatakan Ujang, dalam setiap kontestasi politik, pemenang biasanya akan membawa gerbong masing-masing. Hal tersebut, lanjutnya, untuk diberikan kepada orang yang berkontribusi dan untuk persiapan kepentingan selanjutnya.

“Biasanya setiap pemenang kontestasi politik termasuk di Tangsel atau dimanapun itu pasti membawa gerbong, pasti ada gerbong-gerbong, ada titipan-titipan orangnya yang tentu dianggap mensupport dan untuk kepentingan selanjutnya,” tuturnya.

“Sehingga membuat dari dulu birokrasi tidak pernah berhenti untuk diintervensi dalam pusaran politik. Yang seharusnya netral, yang seharusnya profesional ternyata gak terjadi, itu terjadi juga diberbagai daerah,” tandasnya.

Diketahui, Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, berencana melakukan rotasi dan mutasi jabatan di lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Saat ini, pihaknya tengah mengumpulkan informasi, serta melakukan kajian dalam perombakan jabatan di lingkup pemerintahannya.

“Sekarang lagi melakukan persiapan, ngumpulin bahan, data dan kinerja, jadi saya harus melihat itu dulu. Sekarang kami sedang mengumpulkan informasi, karena 26 Oktober 2021 batas maksimalnya baru boleh melakukan rotasi, mutasi, promosi dan seterusnya,” kata Benyamin, beberapa waktu lalu, Kamis, (28/8/2021).

Terpisah, Wakil Walikota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menyebut, siapapun yang ditunjuk untuk mengisi pos tersebut bukan masalah asal bisa bekerja.

Mengenai pengisian kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang saat ini dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt), pihaknya belum mengetahui akan dilakukan serentak atau tidak, di rotasi dan mutasi pejabat mendatang.

“Tentunya orang yang dapat bekerja sesuai dengan kapasitas dia, bisa kerja dan juga bisa menjalani terhadap roda Pemerintahan dengan baik. Lebih lanjut, Saya belum tahu secara prosedural, saya harus tanya dulu ke Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangsel. Soal rencana rotasi dan mutasi, setau saya di akhir bulan Okteber 2021,” jelas Pilar Saga Ichsan, September 2021 lalu.