Minggu, 6 Des 2020 | WIB

Relawan Merah Putih Targetkan Suara Swing Voters Untuk Muhamad-Saraswati

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 17 November 2020, 20:31 WIB
MCMNEWS.ID | Koordinator Forum Intelektual Muda (FIM) Tangsel, Lukman Hakim. Dok: Istimewa

MCMNEWS.ID – Lembaga survei Indikator Politik Indonesia telah mengeluarkan hasil survei terhadap ketiga pasangan calon (paslon) yang bertarung dalam kontestasi Pilkada Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Namun menariknya, dalam hasil tersebut terdapat angka Swing Voters yang cukup tinggi, yakni mencapai 29,9%.

Menanggapi itu, Ketua Relawan Merah Putih, Lukman Hakim, mengatakan, bahwa pihaknya menargetkan suara Swing Voters untuk kemenangan pasangan nomor urut satu, Muhamad-Rahayu Saraswati.

Menurutnya suara Swing Voters memiliki pengaruh yang signifikan untuk memenangkan pasangan calon.

“Ya swing voters ini bisa jadi orang-orang yang (memang) berupaya untuk golput, atau bisa juga jadi orang-orang dari kekuatan 2 atau 3. Beralihnya suara dari paslon nomor 2 atau nomor 3 mempunyai pengaruh yang cukup signifikan terhadap pemenangan,” kata Lukman Hakim kepada Mcmnews.id, Selasa, (17/11/2020).

“Oleh karena itu pendekatan-pendekatan politik dibutuhkan untuk menggaet swing voters ini untuk paslon nomor 1. Bisa jadi pendekatan elit atau bisa juga dengan pendekatan-pendekatan melalui grass root oleh para pendukung,” lanjutnya.

Lukman mengungkapkan, terdapat banyak faktor penentu untuk mendapatkan suara Swing Voters, salah satunya adalah peran elit politik dengan menggeser massa nya kepada paslon nomor satu.

Dikatakan Lukman, hal itu lantaran para elit politik mempunyai daya tarik tersendiri untuk mengarahkan masyarakat.

“Pertama yang harus diselesaikan oleh kekuatan-kekuatan politik elit, bagaimana kekuatan politik elit ini berkompromi dengan elit-ekit lainnya untuk menggeser masanya kepada paslon nomor 1. Itu mempunyai daya tersendiri, walaupun bisa dilakukan dengan akar rumput, dengan pendekatan emosional ditengah masyarakat,” jelasnya.

“Itu juga akan menjadi sebuah legitimasi politik tersendiri didalam kancah politik ini. Walaupun ditengah masyarakat kita mampu juga secara emosional,” tandasnya.

back-to-top