Minggu, 27 Sep 2020 | WIB

PSBB Jilid II Tangsel, Satpol PP Tidak Segan Ajukan Pencabutan Izin Tempat Usaha Yang Membandel

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 04 Mei 2020, 18:25 WIB
MCMNEWS.ID | Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah menutup 40 tempat usaha yang masih 'bandel' beroperasi selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

MCMNEWS.ID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah menutup 40 tempat usaha yang masih ‘bandel’ beroperasi selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam memutus mata rantai penyebaran wabah Virus Covid-19.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangsel, Muksin Al Fakchry, mengungkapkan, setip hari pihaknya selalu melakukan monitoring agar PSBB bisa berjalan dengan lancar.

Monitoring dilakukan kepada tempat-tempat yang tidak boleh buka tapi masih membandel, maka pihaknya melakukan penutupan sementara. Dikatakan Muksin, yang dibolehkan beroperasi hanya seperti warung makan atau toko kelontong mereka hanya dimbau saja.

“Untuk warung makan kita imbau tidak boleh makan di tempat, jadi take a way. Jadi dia beli di bawa pulang,” katanya, dalam keterangan yang diterima Mcmnews.id, Senin, (4/5/2020).

Muksin menjelaskan, dalam penghentian sementata itu, pihaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada pemilik atau pengelola bahwa tempat usaha tersebut termasuk yang tidak di izinkan beroperasi dalam PSBB.

“Langsung kita stikerisasi. Mereka besok langsung tidak boleh lagi melakukan aktivitas dan apabila tetap melakukan aktivitas maka kita akan ajukan izin pencabutan izin yang mereka miliki,” jelasnya.

Dijelaskan Muksin, terdapat tiga tempat usaha yang tidak sesuai atau melanggar perda. Yakni di kawasan Komplek Ruko Golden Boulevard BSD City, Pasar 8 Alam Sutera dan di kawasan Pondok Pucung kecamatan Pondok Aren.

Sementara itu Kepala Satpol PP Tangsel, Mursina, mengatakan, dalam monitoring itu jika ditemukan ada pelanggaran perda maupun perwal maka pihaknya langsung melakukan penyegelan. 

Tetapi, jika hanya pelanggaran Perwal Nomor 13 Tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB dalam rangkan penanganan covid-19, maka hanya ditutup untuk sementara.

“Pada saat kita melakukan pengecekan di salah satu tempat SPA di BSD, di dalam ternyata kita menemukan ada 3 pasangan bugil di dalam. Sehingga lokasi tersebut selain kita hentikan kegiatannya juga kita segel. Dan akan kita ajukan pencabutan izin terkait pariwisata apabila tempat tersebut memiliki izin karena  pelanggarannya cukup banyak, akhirnya kita akan rekomendasi pencabutan izin,” urainya.

“Kalau diperhatikan dijalan selama PSBB, lebih banyak tukang makanan. Kalau kantor-kantor di BSD yang bandel sudah kita tutup, 10 lebih kantor. Kalau masuk-masuk kampung banyak tempat makanan, toko kelontong itu kita imbau untuk take a way,” tandasnya.

back-to-top