Rabu, 30 Sep 2020 | WIB

Protes Kinerja Pemkot Tangani TPA Cipeucang, Puluhan Masyarakat Tangsel Aksi Kubur Diri Di Sampah

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 30 Mei 2020, 20:19 WIB
MCMNEWS.ID | Aksi Puluhan Masyarakat Kecewa Dengan Kinerja Pemkot Tangsel Tangani Sampah. Sabtu (30/05). (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID – Puluhan masyarakat Tangerang Selatan (Tangsel) bersama Sekretaris Bersama (Sekber) Jeletreng melakukan aksi damai di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, Tangsel, Sabtu, (30/5/2020).

Dalam aksinya, Puluhan masyarakat Tangsel tersebut meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel segera menyelesaikan permasalahan longsornya sampah di TPA Cipeucang.

Dalam menyampaikan aspirasinya, puluhan masyarakat Tangsel tersebut, melakukan aksi mengubur diri ditumpukan sampah TPA Cipeucang.

Koordinator Aksi Damai, Sandi, ketika dikonfirmasi mengungkapkan, dirinya bersama puluhan masyarakat Tangsel sangat prihatin dengan jebolnya turap di TPA Cipeucang.

“Aksi ini dilatarbelakangi atas kejadian 7 hari yang lalu, jebolnya turap di TPA Cipeucang karena overload tempat pembuangan akhir, atas dasar itu kami teman-teman Sekber Jeletreng, Jeletreng itu kan anak sungai Cisadane, jadi berhubungan langsung, jadi bagaimanapun Cisadane sebagai induk sungai kita turut prihatin atas jebolnya turap, itu mencemari dan hampir menutupi aliran sungai cisadane,” Kata Sandi, ketika dikonfirmasi, Sabtu, (30/5/2020).

Sandi mengungkapkan, dalam kejadian longsongnya turap tersebut, ia meminta kepada pemerintah agar komitmen terhadap peraturan yang berlaku.

“Bahwa melalui peraturan pemerintah tentang garis badan sugai mohon diperhatikan dan dijalankan, karena pemerintah harus melakukan itu sebagai acuan hukum, sekarang kami mendorong agar pemerintah komitmen terharap pertaturan tersebut,” ungkapnya.

“Sungai itu punya negara dan garis badan sungai itu 10 meter ke kanan dan ke kiri punya negara, dan kejadian turap jebol ini otomatis garis badan sungai termakan, dan cipeucang pun sampah itu secara otomatis menyerap ke sungai mencemari,” lanjutnya.

Sandi mengungkapkan, jebolnya turap di TPA Cipeucang juga sangat merugikan masyarakat. Dikatakan Sandi, masyarakat sangat terganggu dengan bau sampah.

“Dari baunya sangat terasa, aliran sungai juga tercemari, misalkan sebelum jebol itu air aliran sungai berwarna coklat, (sekarang) itu jadi warna biru tua airnya (karena tercemari),” lanjutnya.

“Harapannya pemerintah daerah menerapkan peraturan pemerintah RI nomor 38 tahun 2011 tentang sungai, pemerintah daerah khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan pengelola TPA Cipeucang cepat memulihkan sungai cisadane,” tandasnya.

back-to-top