Jumat, 25 Sep 2020 | WIB

Polemik Pasar Ciputat : Disperindag Kota Tangsel Sebut Revitalisasi, Komisi III Sebut Renovasi

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 06 Juli 2020, 15:09 WIB

MCMNEWS.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai bukan melakukan revitalisasi Pasar Ciputat, melainkan hanya renovasi.

Hal itu seperti dikatakan oleh, Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Zulfa Sungki, saat dimintai keterangan soal rencana Pemerintah Kota (Pemkot) untuk merevitalisasi Pasar Ciputat.

“Bukan revitalisasi, tapi renovasi. Kepala Bidang (Kabid) juga ngomongnya itu renovasi. Karena kalau revitalisasi, anggarannya pasti diatas Rp.100 miliar, karena rombak dari awal,” kata Zulfa, Senin, (06/7/2020).

Zulfa pun menyampaikan, Pihaknya mengingikan adanya pembagian hasil retribusi pedagang saat Pasar Ciputat direnovasi. Dikatakan Zulfa, tidak semuanya dikuasakan oleh pihak Plaza.

“Ya, saat pedagang direlokasi, kan ada retribusi di Plaza Ciputat, mereka (pihak Plaza Ciputat) maunya retribusi pedagang masuk ke mereka semua. Kita ngga mau, kita tekan Disperindag agar retribusi itu 50:50 sama Pemkot. Kan kita yang bayar sewa lapak pedagang, selama Pasar Ciputat direnovasi,” tegas Zulfa.

Seperti diketahui, sebelumnya Kepala Disperindag Kota Tangsel, Maya Mardiana, menyatakan bahwa pihaknya akan merevitalisasi Pasar Ciputat pada pertengahan Juli ini.

“(revitalisasi Pasar Ciputat) Di bulan Juli pertengahan. Pemindahan ke Plaza Ciputat sampai bangunan pasar yang di revitaliasi siap dipakai kembali. Paling lama 10 sampai 12 bulan. Sampai (lokasi usai revitalisasi) benar-benar semua selesai (pedagang) kembali ke tempat pasar,” kata Maya, beberapa waktu lalu.

Maya menyatakan, sempat terjadi penolakan dari pedagang yang akan direlokasi. Namun, tambahnya, setelah melakukan pendekatan persuasif, para pedagang akhirnya mengikuti keinginan Pemkot.

“Penolakan sementara ini tidak ada, walau awalnya ada yang mau revitalisasi tapi tetap mau disitu aja sambil direvitalisasi, tidak mau pindah. Tapi setelah dijelaskan bahwa itu tidak dimungkinkan (bertahan sambil direvitalisasi) selain (karena) tidak optimal untuk kualitas (bangunan), efektifitas waktu juga tentunya. Jika pedagang bertahan pada saat direvitalisasi, tentunya berkaitan dengan keselamatan kerja,” tambah Maya.

back-to-top