Minggu, 27 Sep 2020 | WIB

Pilkada Tangsel Semakin Panas, Pengamat Sebut Akan Terbentuk Tiga Poros Kekuatan

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 06 Maret 2020, 13:41 WIB
MCMNEWS.ID | Nabil Ahmad Fauzi (dok. istimewa)

MCMNEWS.ID – Nabil Ahmad Fauzi, Pengamat Politik dari Universitas Budi Luhur, mengutarakan pandangannya mengenai Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sudah mulai menghangat di kalangan masyarakat.

Menurut Nabil, dengan hadirnya beberapa sosok seperti yang terlihat di masyarakat, membuat Pilkada Kota Tangsel lebih meriah. Pasalnya, diprediksi akan hadir tiga pasang calon, dengan melihat elektabilitas para bakal calon saat ini.

“Ya, kalau kita mendengar informasi yang beredar di kalangan masyarakat, kan ada tiga nama bakal calon yang saat ini elektabilitasnya sangat baik. Sebut saja, Benyamin Davnie, Muhamad dan Siti Nur Azizah. Bisa jadi, akan ada tiga poros dalam Pilkada mendatang,” kata Nabil kepada wartawan, Kamis (5/3/2020).



“Untuk Benyamin Davnie sudah percaya diri akan diusung oleh partai-partai besar. Begitu pun Siti Nur Azizah. Sementara Muhamad bisa jadi akan diusung oleh Partai Politik (Parpol) yang akan menjadi oposisi seperti PKS. Nah, karena PKS sudah mengusung Pak Ruhama Ben, kemungkinan yang cocok dengan PKS adalah Demokrat,” tambahnya.

Nabil mengatakan, menurutnya Partai Demokrat memiliki karakteristik yang sesuai dengan langkah yang diambil oleh PKS, yaitu berani mengumumkan untuk turut bertarung dalam kontestasi. Sehingga, imbuhnya, PKS mengusung kadernya untuk bertarung dalam Pilkada Tangsel mendatang.

“Pertama indikasinya PKS dengan Demokrat sudah ada gerakan untuk membuat poros, seperti yang dilakukan di pusat. Ada komunikasi yang intens antara keduanya,” katanya lagi.

“PKS berani memajukan kadernya. Tergantung kepada satu sama lain melengkapi. Demokrat adalah parpol dengan sosok yang berani juga. Contoh pada Pilkada 2016 lalu, Pak Ichsan dan Alin, yang didukung oleh Demokrat. Jadi partai Demokrat merupakan parpol yang berani maju. Punya mental sebagai petarung, ini sangat cocok dengan langkah yang diambil oleh PKS,” tuturnya.

“Secara mental sudah ketemu komunikasi eksplisitnya. Bagaimana nantinya tokoh-tokoh kedua partai untuk membangun komunikasi lebih lanjut. Formulasinya sudah cocok. Tinggal nantinya bagaimana formulasi yang akan dibangun, soal tangsel 1 dan 2, dalam politik segala sesuatu bisa terjadi,” pungkasnya.

back-to-top