Sabtu, 19 Sep 2020 | WIB

Pilkada Andalkan Uang & Kedekatan Dengan Penguasa, Pengamat : Tokoh Muda Harus Melawan Dengan Gagasan

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 05 Februari 2020, 16:35 WIB
MCMNEWS.ID | Dr. Usni Hasanudin M.Si Pengamat Politik Dari Universitas Muhammadiyah Jakarta.

MCMNEWS.ID –  Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Dr. Usni Hasanudin, M.Si menuturkan bahwa tokoh muda sudah harus terlibat dalam kontestasi Pilkada kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun 2020 dengan membawa gagasan inovasi dan gebrakan di dalam perbaikan kesejahteraan masyarakat.

Usni menyayangkan, di era demografi seperti saat ini masih saja ada calon yang terjebak dalam persepsi bahwa dalam memenangkan kontestasi pilkada harus mengandalkan uang dan mengandalkan kedekatan dengan penguasa.

“Stigma itu harus di buang lah, saya fikir memang harus ada dinamika (menawarkan gagasan dan inovasi) seperti itu, agar tidak monoton demokrasi itu. Silahkan saja jika ada yang mengandalkan kekuatan uang dan kedekatan dengan penguasa, tapi harus ada yang lawan dengan gagasan.” kata pria yang juga menjabat sebagai Kaprodi Ilmu Politik FISIP UMJ, saat ditemui mcmnews.id, Rabu, (5/2/2020).

“Itu salah satu point keunikan dari seorang calon dan memang harus di isukan, bahwa pemuda itu memang potensial di Tangerang Selatan, apalagi jumlah pemuda mungkin lebih besar dari pada mereka yang tidak produktif usianya” lanjutnya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPD PSI Kota Tangsel, Andreas Ari menuturkan, cara-cara lama dalam memimpin suatu wilayah sudah kurang pas dilakukan di era sekarang ini, terlebih hal itu diterapkan di Kota yang bertajuk Cerdas, Modern dan Religius.

“Saya rasa harus melihat konteks (disruption)nya. Perubahan untuk sebuah perbaikan untuk pembangunan ke arah yang baik, pengalaman bisa dipelajari sih bang. Anak muda itu bagian tidak terpisahkan dari suatu bangsa.” kata Andreas, dalam keterangan yang diterima mcmnews.id, Rabu, (5/2/2020).

“Tentunya PSI berusaha menjadi jembatan penghubung anak muda dengan pemikiran disruption dengan kondisi real yg ada, sehingga bisa menciptakan terobosan baru,” lanjutnya.

Andreas menambahkan, PSI sebagai partai yang memiliki ideologi melawan korupsi dan intoleransi, tentu saja gagasan-gagasan disruption anak muda atau milenial menjadi salah satu ‘pasar’ untuk dimenangkan.

“Kalo tokoh muda bersaing, tentunya selalu ada opportunity (kesempatan) yang bisa kita manfaatkan, tentunya melihat peta pergeseran kondisi masyarakat, kita akan selalu mencoba menawarkan gagasan untuk memenangkan hati masyarakat. Ideologi kita melawan korupsi dan Intoleransi, kebetulan segmen milenial jadi salah satu marketnya,” tandasnya.

back-to-top