Detail

Penggiat Lingkungan: Berdayakan TPS3R, Saya Yakin Persoalan Sampah di Tangsel Dapat Teratasi

Tuesday, 16 March, 2021, 19:28 WIB
Penulis: Andre Pradana

MCMNEWS.ID – Persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai akan dapat terselesaikan jika Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) diberdayakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot).

Demikian dikatakan penggiat lingkungan sekaligus salah satu pengelola TPS3R di Kota Tangsel, Muhamad Hatta, ketika berbincang dengan Mcmnews.id, Selasa, (16/3/2021).

“Yang saya tahu, TPS3R di Tangsel itu jumlahnya ada 52. Kalau seperti tempat saya, 70 persen dikelola, 30 persen yang dibuang,” kata Muhamad Hatta.

“Kalau Pemkot serius dalam memberdayakan TPS3R, saya sangat yakin, persoalan sampah di Tangsel dapat teratasi. Yang terjadi saat ini, banyak TPS3R yang ‘mati’, karena tidak ada perhatian dari Pemkot,” tambahnya.

Hatta menuturkan, dengan pengelolaan yang baik, TPS3R dapat menyelesaikan masalah sampah di setiap lingkungan.

“Jadi begini, 70 persen sampah itu masih ada nilai ekonomisnya. Seperti yang saya pilah-pilah tadi, ada kardus, ada botol plastik, ada besi, pokoknya ada barang-barang di sampah, yang masih dapat kita jual,” tuturnya.

“Nah, 30 persen itu biasanya sampah rumah tangga, yang diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kalau pengelolaannya baik, diberdayakan secara maksimal, TPS3R dapat menyelesaikan permasalah sampah di lingkungannya,” tegas Hatta.

Seperti diketahui, beberapa TPS3R di Kota Tangsel, saat ini hanya menjadi tempat penampungan sampah sementara.

Pasalnya, tidak terjadi pengelolaan di setiap TPS3R yang ada di Kota bertajuk Cerdas, Modern dan Religius (Cmore) tersebut. Seperti yang terjadi di TPS3R Pakulonan, yang dikelola oleh Edi Junaidi.

Dari 2016 sampai sekarang belum ada pengelolaan, jadi titip sampah, angkut, buang. 2016 sudah mulai berjalan, alat pengolahan sampah sudah datang waktu itu (2016),” kata pengelola TPS3R Pakulonan, Edi Junaidi, beberapa waktu lalu, Senin, (15/3/2021).

“Ngga berjalan karena gak ada pembinaan, dan gak mengerti (mengoperasikan alat pengolahan). TPS3R itu program dari kami, karena sebelumnya buang di pinggir jalan,” tambah Edi.