Minggu, 20 Sep 2020 | WIB

Penggerebekan Venesia Karaoke, MUI Tangsel : Menciderai Moto Religius Kota Tangsel

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 21 Agustus 2020, 14:01 WIB
MCMNEWS.ID | (Dok: Istimewa)

MCMNEWS.ID – Penggerebekan Venesia BSD Karaoke Executive yang dilakukan oleh Bareskrim Polri masih hangat menjadi perbincangan publik hingga kini, Tidak tinggal diam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pun turut menanggapinya.

Sekretaris MUI Kota Tangsel, Abdul Rojak, ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa dirinya sangat mengapresiasi tindakan yang diambil oleh Bareskrim Polri.

Menurutnya, tempat hiburan malam yang diduga terdapat praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) itupun sangat mencoreng salah satu motto Kota Tangsel, yaitu Religius.

“MUI Tangsel sangat berterima kasih kepada Polri khususnya jajaran Bareskrim Polri yang sudah menindak Venesia,” kata Abdul Rojak, kepada Mcmnews.id, Jum’at, (21/8/2020).

“Karena praktek Venesia disinyalir terjadi sudah lama dan tidak ada tindakan, Praktek yang terjadi di Venesia sudah menciderai Moto Religious Kota Tangerang Selatan,” lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa Bareskrim Polri telah melakukan penggerebekan di salah satu tempat Karaoke dibilangan BSD, Kota Tangsel.

Penggerebekan dilakukan terkait dugaan adanya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus eksploitasi seksual.

Dalam penggerebekan tersebut, pihak kepolisian menjaring 47 wanita pemandu lagu alias LC yang berasal dari daerah Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Sementara itu, Bareskrim Polri dikabarkan telah menetapkan enam orang tersangka dalam kasus prostitusi berkedok tempat karaoke di Venesia BSD Karaoke Executive.

Para tersangka tersebut terdiri dari muncikari serta manajemen tempat karaoke tersebut.

“Ada 6 tersangka. Muncikari 3 (tersangka), 3 (tersangka) manajemen,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdi Sambo, dikutip dari salah satu media online.

back-to-top