Sabtu, 31 Okt 2020 | WIB

Pengadaan Lahan SMPN 24 Diduga Ada Mark Up, LIRA Siapkan Laporan ke Polda Metro Jaya

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 26 Agustus 2020, 17:14 WIB
MCMNEWS.ID | Lumbung Informasi Rakyat (LIRA).

MCMNEWS.ID – Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) menduga adanya tindakan mark up terkait pembebasan lahan yang diperuntukan untuk SMP Negeri 24 Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Walikota LIRA, Sigit Sungkono, mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan laporan untuk dikirim ke Polda Metro Jaya.

“Berkas sudah siap. Saya melihat adanya dugaan percaloan dan mark up di pembebasan lahan yang mengarah kepada tindak pidana pencucian uang (TPPU). Hal itu nampak dari rekomendasi, hingga proses pembebasan lahannya,” kata Sigit Sungkono, dalam keterangan yang diterima Mcmnews.id, Rabu, (26/8/2020).

Sigit menjelaskan, menurutnya terdapat keterlibatan oknum Anggota DPRD Kota Tangsel dalam mengintervensi pembebasan lahan SMPN 24.

Dikatakan Sigit, hal itu turut dikuatkan dengan pernyataan kerabat ahli waris, Abdullah Abas.

“Oknum wakil rakyat diduga ikut mengintervensi dalam pemilihan lahan untuk SMPN 24 di Ciputat. Ini akan saya bawa ke ranah hukum. Saya mensinyalir, beberapa oknum pejabat terlibat didalam traksaksi pemilihan dan pembebasan lahan,” ujar Sigit.

“Kerabat ahli waris pun mengakui adanya keterlibatan oknum dewan tersebut sebagai bentuk percaloan. Oleh sebab itu, ini perlu diusut secara tuntas, siapa-siapa saja yang terlibat,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah seorang kerabat ahli waris pemilik lokasi yang dibebaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) Abdullah Abas menyatakan adanya keterlibatan oknum anggota DPRD dalam dugaan percaloan lahan SMPN 24, Kampung Sawah, Ciputat.

“Oknum Pemutus Anggaran dan Anggota Dewan (DPRD Kota Tangsel) berkata kepada tiga orang colo jangan berisik. Soalnya kalau ketahuan, bisa batal pembelian tanah ini. Dan kalau batal, kasihan Ibu Jawiyah sudah banyak mengeluarkan uang. Itu kata Oknum Anggota dewan yang waktu bicara di rumahnya jam 11 malam,” kata Abdullah Abas.

back-to-top