Rabu, 28 Okt 2020 | WIB

Pemkot Tangsel Gagal Raih Adipura, Rahayu Saraswati Siapkan 5 Strategi Jitu

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 06 Oktober 2020, 22:55 WIB
MCMNEWS.ID | Rahayu Saraswati dalam Webinar “Tangsel Menuju Adipura” yang diselenggarakan oleh Komunitas Salam Pintar Selasa (6/10/2020). (Dok: Istimewa)

MCMNEWS.ID – Calon Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengaku telah mempunyai strategi agar Kota Tangsel mendapatkan penghargaan Adipura.

Demikian disampaikan Saraswati dalam acara Webinar bertema “Tangsel Menuju Adipura” yang diselenggarakan oleh Komunitas Salam Pintar, Selasa, (06/10/2020).

Saraswati mengatakan, strategi yang dimaksud adalah dengan cara 5S, yakni Sampah dan pengolahannya, Sanitasi dan saluran air, Sehat dan sejuk, Subur dan hijau, serta Sistem transportasi publik yang saling terkoneksi.

“Sampah adalah isu utama di Tangsel, ini isu menarik dibanding isu-isu lain, saya blusukan, ketemu dengan banyak orang pasti yang disinggung adalah soal sampah, masalah utama adalah TPA Cipeucang, ini sudah krisis,” kata Saraswati.

“Kita (akan) siapkan teknologi pengolahan sampah yang terbarukan, bisa memproduksi biji-biji plastik, atau dibuat bahan bangunan dan jalan,” lanjutnya.

Untuk Sanitasi dan saluran air, Saraswati menyebut akan mengendalikan dan mengelola saluran air, hal itu lantaran Tangel termasuk kota dengan banyak situ dan sungai.

“Tidak jarang masalah banjir pun berawal dari buruknya kondisi saluran air (drainase). Perbaikan infrstruktur gorong-gorong, sungai, normalisasi situ dan sungai, juga perbaikan sarana sanitasi dan air kotor, baik di kawasan pemukiman hingga toilet umum yang ada di fasilitas publik,” ungkapnya.

“Sehat dan sejuk, karena ujung dari semua program kebersihan lingkungan di Tangsel adalah membuat warga Tangsel jadi sehat. Karena kesehatan warga adalah aset bagi Tangsel. Maka kami pun akan membangun sebanyak-banyak taman kota yang dapat digunakan sebagai sarana rekreasi maupun olahraga. Ini juga terkait Ruang Terbuka Hijau (RTH), selain pembangunan jalur dan rute sepeda yang komprehensif (Tangsel Kota Ramah Sepeda),” lanjutnya.

Untuk strategi Subur dan Hijau, Politisi Partai Gerindra itupun menjelaskan, pihaknya akan mengedukasi masyarakat tentang pertanian dan perkebunan dengan meningkatkan Kawasan Pertanian Terpadu.

“Subur dan hijau merupakan program bercocok tanam di perumahan dan lahan tidur atau kosong. Edukasi masyarakat tentang pertanian dan perkebunan akan ditingkatkan, misalnya dengan lebih meningkatkan Kawasan Pertanian Terpadu (KPT),” jelasnya.

“Manfaat lain dari program (akan) menghasilkan bunga, buah-buahan, sayur-mayur, dan apotek hidup. Juga akan menghasilkan udara bersih bagi kota Tangsel. Hal ini juga terkait kedaulatan pangan melalui promosi sistem aquaponik,” lanjutnya.

Sementara untuk strategi Sistem transportasi publik yang terintegrasi, Wakil Ketua Umum Gerindra itupun menjelaskan, program tersebut guna menciptakan dan menjaga udara bersih di Kota Tangsel.

“Hal ini penting mengingat polusi dan udara buruk merupakan ancaman nyata bagi masyarakat. Kondisi ini mengancaman kesehatan bahkan kematian bagi warga Tangsel. Peran pemerintah kota menjadi penting dalam mengelola sistem dan membuat peraturan terkait dengan aktivitas kota yang berdampak pada kualitas udara,” katanya.

Menurutnya, selain kualitas udara yang bersih dan udara yang bebas dari bau dan polusi. dikatakan Saraswati, Untuk mencapai ini, butuh pembangunan infrastruktur dan sistem transportasi yang baik dan terintegrasi.

“Misalnya pembangunan LRT, pengadaan bus pengumpan (feeder bus) yang menghubungkan antara pemukiman dengan sistem transporasi berbasis rel (KRL dan MRT), selain itu juga pembangunan sistem jalur sepeda.” tandasnya.

back-to-top