Sabtu, 26 Sep 2020 | WIB

Pemkot Tangsel Beri Trauma Healing dan Bantuan Perlengkapan Belajar Anak-anak Korban Banjir di Pesona Serpong

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 05 Februari 2020, 8:20 WIB
MCMNEWS.ID | Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Sosial memberikan bantuan perlengkapan belajar kepada anak-anak korban banjir di perumahan Pesona Serpong. Selasa (04/02).

MCMNEWS.ID –  Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memberikan trauma healing bagi korban banjir yang melanda Perumahan Pesona Serpong, Kademangan, Setu, Tangsel. Hal tersebut diberikan guna menghilangkan trauma dan memberikan semangat kembali kepada para korban.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel, Wahyunoto Lukman menjelaskan bahwa kegiatan trauma healing ini sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Tangsel kepada para korban terdampak banjir, khususnya bagi anak-anak kecil. “Kita harus peduli terhadap anak-anak terdampak banjir, maka kita berikan bantuan dan trauma healing tersebut,” katanya.

Selain itu, Wahyu mengungkapkan, pihaknya juga memberikan bantuan berupa alat tulis dan sejumlah perlengkapan sekolah lainnya. Dengan demikian, bantuan dan trauma healing yang menggandeng kampung dongeng dengan melakukan permainan yang bisa mengembalikan keceriaan dan semangat anak-anak. mengatakan bantuan berupa peralatan sekolah ini diberikan sebagai upaya agar anak-anak tetap semangat belajar.

Wahyu mengungkapkan, ada 458 siswa terdampak banjir dari 13 titik yang terparah terdampak banjir di Tangsel.

Seluruh siswa tersebut, kata dia, juga akan diberikan bantuan yang sama, seperti yang diberikan kepada siswa yang berada di Pesona Serpong.

“Ya ini hanya simbolis, nanti semua siswa terdampak banjir kita akan berikan bantuan juga,” pungkasnya.

“Dana yang digunakan untuk bantuan ini berasal dari bantuan masyarakat Kota Tangsel dan sekitarnya. Jika ditotal ya sekitar Rp600 juta, namun lebih banyak donatur yang memberikan bantuan berbentuk barang,” ujarnya Selasa (5/2/2020).

Sementara itu Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie berharap, pihaknya akan mengatasi masalah yang terjadi. Salah satunya dengan mengusulkan peninggian tanggul agar airnya mengalir. Kemudian menggandeng Puspitek dan BPPT untuk melakukan kajian untuk mengurangi debit air di Pesona Serpong.

“Nanti akan dikaji lagi soal peninggian tanggul dan pengerukan. BBWS akan membahas di internal mereka dan BPPT, Puspitek dan Pemda lebih ke hal-hal teknis,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengungkapkan Pemkot Tangsel sudah berusaha sekuat tenaga untuk membantu mengatasi ujian yang dialami warga tersebut. “Walaupun tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi kita berfikir bagaimana kondisi yang kita alami kemarin dapat kita atasi bersama,” katanya.

back-to-top