Senin, 21 Sep 2020 | WIB

Pelanggaran Perempuan & Anak Tinggi, Saraswati : Peran Pemerintah Saja Tidak Cukup, Kita Perlu Gotong Royong

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 27 Agustus 2020, 11:18 WIB
MCMNEWS.ID | Rahayu Saraswati bersama Forum Silaturahmi Lintas Tangerang Selatan. (Dok: Istimewa)

MCMNEWS.ID – Bakal calon Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyebut, dalam upaya meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak di Kota Tangsel masih perlu diupayakan, mengingat angka kasus pelanggaran yang masih tinggi.

“Kita tahu bahwa kasus-kasus meningkat, terutama kasus KDRT (kekerasan dalam rumah tangga). Justru masyarakat harus dilibatkan untuk memberi perlindungan kepada perempuan dan anak, peran pemerintah saja tidak cukup, karena itulah kita gotong royong,” kata Saraswati, usai bertemu bertemu dengan Forum Silaturahmi Lintas Tangerang Selatan (Sultan), Rabu, (26/8/2020).

Saraswati mengatakan, ia pun merasa senang lantaran mendapat dukungan dari Forum Sultan, yang merupakan organisasi masyarakat yang fokus pada isu perlindungan perempuan dan anak.

“Saya sangat bangga, sangat merasa terhormat bahwa mereka siap untuk ikut berjuang. Apa yang mereka dalami, apa yang mereka lakukan itu sangat sesuai dengan perjuangan saya secara pribadi selama ini sebagai aktivis perempuan dan anak,” terang Saraswati.

Mantan anggota Komisi VIII DPR RI itupun menyebut, respons pemerintah daerah terhadap kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mesti ditingkatkan. Salah satu caranya adalah membentuk tim cepat tanggap. Tim ini yang akan memperkuat kinerja Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A).

“Sehingga, kalau ada laporan masuk (ke tim cepat tanggap) itu bisa langsung kita tanggapi. Dan kita juga mau meningkatkan adanya Rumah Aman untuk para korban KDRT, korban kekerasan pada anak, maupun korban perdagangan orang. Meningkatkan juga dari segi kinerja P2TP2A,” urainya.

Sementara itu, Ketua Forum Sultan, Nursaad, menyebut bahwa pihaknya menaruh kepercayaan terhadap pasangan Muhamad-Saraswati untuk memimpin Tangsel, hal itu lantaran, karena masing-masing tokoh tersebut memiliki kelebihan yang saling melengkapi.

Mengenai Saraswati, ia mengaku sudah banyak mengetahui kiprah perempuan muda itu dalam bidang perlindungan perempuan dan anak juga anti-perdagangan orang.

“Pertama, kami ingin putra daerah untuk memimpin. Kedua, latar belakang Ibu Saraswati. Kebetulan kami juga peduli pada perlindungan perempuan dan anak. Tentunya kami sebagai warga Tangsel ingin semua aspek sejahtera. Banyak hal. Sejahtera atau baik dalam tatanan pemerintahan, baik dalam tatanan kesejahteraan ekonomi masyarakat, baik dalam tatanan birokrasi dan lainnya,” katanya.

Terkait konteks perlindungan perempuan dan anak, Nursaad mengakui bahwa selama ini upaya Pemkot Tangsel masih kurang maksimal dari mulai segi anggaran sampai penguatan level bawah.

Upaya perlindungan perempuan dan anak di Tangsel, lanjutnya, mesti dilakukan sampai ke tingkat bawah (kelurahan). Ia berharap minimal sekali atau dua kali dalam setahun diadakan penguatan di level semua kelurahan di Tangsel. Hal inilah yang ia diskusikan secara komprehensif bersama Saraswati.

“Anggaran itu sangat kecil. Kita butuh kapasitas sampai ke bawah agar penguatan juga bisa dilakukan sampai ke tingkat bawah. Itu sudah kami lakukan dari beberapa tahun sebelumnya, dorongannya sampai ke Musrenbang, sampai sekarang masih nihil,” tandasnya.

back-to-top