Senin, 26 Okt 2020 | WIB

Pangkas Anggaran Terkait PBI, G7 Sebut Pemkot Tangsel Tidak Punya Hati Nurani

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 10 Juli 2020, 14:52 WIB
MCMNEWS.ID | G7 Tangsel. (Dok: Andre)

MCMNEWS.ID – Terkait pemangkasan anggaran Peserta Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai tidak punya hati nurani.

Hal itu seperti diungkapkan Deputi Sosial Politik Generasi Tujuh (G7) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Akhrom Saleh, dalam keterangan yang diterima Mcmnews.id, Jum’at, (10/7/2020).

Akhrom Saleh, mengungkapkan, seharusnya masalah itu tidak boleh terjadi, sebab menurutnya, setiap warga negara memiliki hak dasar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa memandang strata sosial.

“Apapun itu alasannya anggaran kesehatan tidak boleh dipangkas. jadi kami menilai Pemkot Tangsel seperti lepas tanggung jawab, dan sudah tidak punya hati nurani lagi,” ujar Akhrom, Jum’at, (10/7/2020).

Akhrom mengungkapkan, oleh karena itu, pihaknya meminta kepada Pemkot Tangsel dibawah kepemimpinan Walikota Airin Rachmi Diany untuk mengembalikan subsidi kesehatan bagi warga yang tidak mampu.

“Jangan sampai gara-gara mau habis masa jabatan sebagai Walikota ibu Airin lepas tanggung jawabnya. Kalau benar itu terjadi, berarti Walikota gagal memenuhi kebutuhan dasar warganya,” tutup Akhrom.

Seperti diketahui, sebelumnya warga Kampung Sawah, berinisial IH, tidak bisa ketika melakukan rektivasi kartu BPJS PBI APBD anaknya.

Ketika mendatangi Puskesmas untuk meminta surat rujukan rutin ke RSUD Tangsel, IH diinformasikan bahwa kartu BPJS PBI anaknya sudah tidak dapat digunakan.

back-to-top