Detail

Muhamad-Saraswati Programkan Olah Sampah Plastik Menjadi Bahan Bangunan dan Aspal, FIM: Progresif

Selasa, 24 November, 2020 1:56 pm

MCMNEWS.ID – Koordinator Forum Intelektual Muda (FIM) Tangsel, Lukman Hakim, turut berkomentar menyoal ketidaktahuan calon Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) nomor urut tiga, Pilar Saga Ichsan, jika sampah plastik bisa didaur ulang menjadi bahan bangunan dan alternatif aspal untuk jalanan.

Lukman menjelaskan, saat ini penelitian soal penggunaan limbah sampah plastik menjadi suatu produk sudah sangat berkembang. Bahkan yang terbaru, dikatakan Lukman, para enginer sedang mengembangkan sampah plastik menjadi body kapal.

“Itu hal yang umum sebenarnya, pengolahan hasil limbah sampah itu bisa diolah menjadi berbagai macam produk. Apalagi didunia saat ini sudah maju,” kata Lukman Hakim kepada Mcmnews.id, Selasa, (24/11/2020).

“Bahkan penelitian terkini sedang mengembangkan sampah plastik menjadi body kapal, ini yang sedang dikembangkan. Jadi kalau seorang enginering tidak tau maka luar biasa,” sindirnya.

Lukman mengungkapkan, terkait program yang ditawarkan oleh pasangan calon nomor urut satu, Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang akan mengolah sampah plastik menjadi bahan bangunan dan jalanan, menurutnya sangat relevan dan solutif.

Disebutkan Lukman, saat ini banyak kota-kota di negara maju maupun negara berkembang sudah mengelola limbah plastik menjadi produk yang lebih modern.

“Ya seharusnya memang demikian, salah satu program paslon nomor urut satu adalah bahwa sampah itu juga harus dikelola secara produk yang lebih modern, itu hal yang progres dan kemajuan bagi negara maju dan berkembang agar sampah tidak menjadi problem utama,” jelas Lukman.

“Itu sudah banyak diterapkan, di Malaysia sudah ada, di Thailand juga sudah ada, tetapi memang itu membutuhkan teknologi yang sangat canggih, (dan) itu harus didukung oleh political will,” tandasnya.

Menurut informasi yang dihimpun Mcmnews.id dari berbagai sumber, di Indonesia sendiri terdapat beberapa kota yang sudah menggunakan aspal jalanan dengan campuran sampah plastik, sebut saja Kota Semarang dan Kota Tegal.

Di Kota Semarang, pembuatan aspal menggunakan bahan sampah plastik tersebut dilakukan oleh Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang yang bekerja sama dengan Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pihak kampus menggandeng PKK dan bank sampah hingga akhirnya bisa mengumpulkan sampah plastik 1,6 ton yang sudah cukup untuk mengaspal Jalan Yudistira hingga Jalan Arjuna Raya, Kelurahan Pendrikan Kidul, Semarang Tengah sepanjang 1 kilometer.

Sementara untuk Kota Tegal, pada tahun 2019 lalu Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama dengan Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) untuk penanganan permasalahan sampah plastik di Kota Tegal.

Kedua pihak sepakat untuk membangun jalan aspal plastik dengan menggunakan campuran sampah plastik, termasuk yang berasal dari kota Tegal untuk jalan aspal di daerah Balai Kota Tegal.

“Mengatasi permasalahan sampah plastik adalah salah satu fokus utama Kota Tegal. Kami berharap melalui kerjasama dengan Inaplas ini, kami bisa membuat jalan aspal dengan campuran sampah plastik di daerah Balai Kota seluas 1580 m2,” kata Walikota Tegal, Dedy Yon Supriyono, Selasa (5/11/2019) dikutip dari Liputan6.com.