Senin, 21 Sep 2020 | WIB

Monumen Palagan, Lokasi Bersejarah Yang Tak Terawat Mulai Dapat Perhatian Dindikbud Tangsel

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 04 Juli 2020, 19:48 WIB
MCMNEWS.ID | monumen Palagan, yang terletak di Jl Bukit Indah Golf, BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). (Dok: Andre)

MCMNEWS.ID – Terbengkalainya monumen Palagan, yang terletak di Jl Bukit Indah Golf, BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), ramai menjadi perbincangan.

Hal itu lantaran, salah satu lokasi bersejarah yang ada di Kota bertajuk Cerdas, Modern, Religius tersebut tampak tidak terawat.

Budayawan Tangerang Selatan (Tangsel), TB Sos Rendra, menuturkan, dirinya sudah melakukan pembicaraan dengan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel. Dikatakan Rendra, monumen tersebut akan segera diperbaiki.

“Kemarin sudah dirapatkan di (Dinas) Pendidikan dan Kebudayaan. Kasi (Kepala Seksi) Cagar Budaya dan Permuseuman akan merehab gedung tersebut,” katanya, Sabtu, (4/7/2020).

Rendra melanjutkan, untuk memastikan proses perbaikan berjalan lancar, pihaknya juga telah mendatangkan tim arkeolog dari Provinsi Banten.

“Kita sudah mendatangkan tim arkeolog dari Cagar Budaya Provinsi” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Cagar Budaya dan Permuseuman Dindikbud Kota Tangsel, Ali Susanto, ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa akan segera memperbaiki lokasi bersejarah tersebut.

“Iya (akan segera memperbaiki Monumen Palagan), Doain mudah-mudahan cepat selesai, dan bisa terwujud secepatnya,” ujarnya.

“Kita lagi kegiatan kajian dengan BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) provinsi (Banten),” tandasnya

Sekedar informasi, berdirinya Monumen Palagan Lengkong dan Rumah Lengkong sendiri terkait sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Kala itu, setelah pemerintahan sipil di Tangerang pulih, dibentuklah Resimen 4 Tangerang yang memusatkan perhatian pada masalah-masalah berkaitan dengan pertahanan. Dalam hal ini, di Tangerang masih terdapat markas besar dan persenjataan kuat Jepang yang dipimpin oleh Kapten Abe.

Tersiarnya kabar Belanda yang berkedudukan di Bogor akan menguasai Parung dan kemudian Lengkong membuat Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Tangerang, terancam posisinya.

Pada 25 Januari 1946, pasukan Tentara Rakyat Indonesia (TRI) bersama dengan serdadu India berseragam tentara Inggris berangkat menuju Lengkong.

Mereka diizinkan masuk markas Jepang dan kemudian Mayor Daan Mogot selaku pimpinan TRI melakukan perundingan dengan Kapten Abe.

Hasil dari perundingan tersebut, pihak Jepang setuju untuk menyerahkan senjatanya namun tiba-tiba di tengah perundingan terdengar suara letusan senjata yang membuat keadaan berubah seketika menjadi kacau dan panik.

Tentara Jepang yang panik dan mengira diserang serentak menembaki TRI Resimen 4. Peristiwa itu kemudian berakhir dengan menelan korban 34 Taruna dan 3 Perwira termasuk Mayor Daan Mogot.

Untuk mengabadikan pertempuran tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang kemudian membangun Monumen Akademi Militer Tangerang pada 26 Januari 1967.

Selain terdapat monumen kehormatan berisikan nama-nama taruna dan perwira yang tewas, Monumen Palagan Lengkong juga memiliki sebuah rumah yang kerap disebut Rumah Lengkong.

back-to-top