Selasa, 29 Sep 2020 | WIB

Miliki Potensi Besar, Saraswati Dorong Industri Kreatif Jadi Alternatif Kekuatan Ekonomi Kota Tangsel Di Masa Depan

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 31 Agustus 2020, 11:30 WIB
MCMNEWS.ID | Calon Wakil Walikota Tangerang Selatan, Rahayu Saraswati saat hadiri pertemuan tatap muka dan diskusi dengan para penggiat industri kreatif di kota Tangerang Selatan. (Dok: Andre)

MCMNEWS.ID – Industri kreatif diyakini bakal menjadi tumpuan perekonomian utama di masa depan, sehingga dibutuhkan bantuan dari semua pihak untuk mendukung kemajuan sektor tersebut.

Bakal calon Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengatakan, industri kreatif kedepannya akan menjadi salah satu kekuatan di Kota Tangsel.

Saras mengungkapkan, menurutnya di Kota Tangsel masih terdapat potensi luar biasa yang belum dimanfaatkan untuk menjadi industri kreatif.

“Tadi dapat banyak masukan dari pelaku industri kreatif yang dimana mereka menunjukan bahwa disini ada potensi luar biasa yang belum terkonsentrasi, belum tersinergi dengan baik, harus ada kolaborasi yang baik untuk memastikan potensi-potensi yang mungkin selama ini hidden, tidak terlalu terangkat, bisa muncul dengan dukungan dan dorongan dari Pemkot,” Kata Saraswati, Minggu malam, (30/8/2020).

“Menurut saya ini sesuatu hal yang luar biasa, yang memang sebenernya sudah inline sudah masuk kedalam program kita, tapi itu bentuk nyatanya ini asal mula dari idenya sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelas Saras yang merupakan keponakan dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Menurutnya, saat ini yang perlu dilakukan adalah mendorong adanya transparansi dan akuntabilitas, dengan seperti itu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan tinggi.

“Iewat akuntabilitas itu kita bisa laporkan apa saja yang sudah kita lakukan, dari situ pasti tingkat kepercayaan masyarakat pasti meningkat, kalau berbicara segi kemudahan itu bagian dari good goverment,” ujarnya.

“Kalau untuk UMKM kita fokusnya saat ini masih dalam segi pemberdayaan literasi digital dan literasi finansial, ilmunya harus ada dulu, fasilitas untuk dimana mereka akan mengembangkan ilmu itu lewat balai latihan kerja maupun secara virtual,” tandasnya.

back-to-top