Senin, 28 Sep 2020 | WIB

Menghindari Tumpang Tindih, Airin: Refocusing Anggaran APBD Untuk 45 Ribu KK Belum Terpakai

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 08 Mei 2020, 18:22 WIB
MCMNEWS.ID | Penyerahan bansos tersebut dilakukan oleh Sekjen Kemensos didampingi oleh Walikota Tangsel, dan juga forkopimda kota tangsel. (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID – Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany, mengungkapkan bahwa refocusing anggaran yang telah disiapkan untuk bantuan sosial yang akan dibagikan kepada 45.000 KK di Kota Tangsel belum digunakan.

“Anggaran yang sudah kita siapkan untuk 45.000 KK pada saat refocusing anggaran itu belum kita pakai,” kata Airin, kepada awak media, dalam acara simbolisasi penyerahan Bansos dari Kemensos, di Balai Warga RW 08, Rempoa, Ciputat Timur, Jum’at, (8/5/2020).

“Karena pada saat pendataan awal ternyata Kemensos sudah mengalokasikan kuota buat kita 75.000 KK, maka data yang awalnya ingin kita berikan pake dana APBD akhirnya kita kasih ke Kementerian Sosial,” lanjutnya.

Airin melanjutkan, karena secara peraturan tidak dibolehkan adanya tumpang tindih bantuan, dirinya akan menyurati kepada pemberi bantuan jika terdapat perubahan penerima.

“Karena secara prinsip akuntabilitas kan tidak boleh satu orang mendapatkan bantuan yang bersumber dari APBD dan APBN,” jelasnya.

“Data ada, saya berkirim surat ke Kementerian Sosial berdasarkan NIK dan itu sudah ada kajian Probity Audit ainspektorat dan juga Dukcapil, kalau ada perubahan pasti kita surati ke Kemensos kalau memang bantuan itu dari Kemensos. Kalau bantuan dari Provinsi Banten tentu karena itu menggunakan atm kita akan bicara ke Provinsi kalau emang ada perubahan penerima,” lanjutnya.

Sementara itu, Sekertaris Jenderal Kemensos, Hartono Laras, mengungkapkan, untuk data penerima bantuan diserahkan sepenuhnya kepada daerah. Dikatakan Hartono, untuk data penerima harus by name by addres

“Data ini memang kita serahkan sepenuhnya kepada daerah, jadi sudah ada edaran dari KPK sudah menyampaikan bahwa data itu boleh dari data yang ada selama ini, karena dampak covid ini sangat luar luar biasa,” kata Hartono.

“Data ini pertama memang harus by name by addres, jadi alamatnya tidak harus sama dengan KTP nya, karena bantuan ini untuk masyarakat yang tinggal di Tangsel yang terdampak covid-19 terutama bagi mereka yang miskin dan rentan,” tandasnya.

back-to-top