Sabtu, 31 Okt 2020 | WIB

Memaknai Kemerdekaan, Rahayu Saraswati Ciptakan Puisi Untuk Mendiang Eyangnya

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 17 Agustus 2020, 13:34 WIB
MCMNEWS.ID | Rahayu Saraswati Djojohadikusumo melakukan tabur bunga di makam kedua eyangnya Subianto Djojohadikoesoemo dan Soedjono Djojohadikoesoemo, di TMP Taruna, Kota Tangerang pada peringatan HUT RI ke 75 tahun. (Dok: Istimewa)

MCMNEWS.ID – Bakal calon Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menciptakan puisi pada perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75 tahun.

Puisi tersebut ia buat khusus untuk dibacakan pada Upacara Kemerdekaan yang dilakukan di Tugu Pahlawan Lengkong, Serpong, Kota Tangsel, Senin, (17/8/2020).

Puisi itu didedikasikan untuk para pahlawan yang gugur dalam pertempuran Lengkong yang terjadi pada tahun 1946 lalu, khususnya untuk Subianto Djojohadikoesoemo dan Soedjono Djojohadikoesoemo yang tak lain adalah eyangnya.

Berikut adalah puisi karya Rahayu Saraswati Djojohadikusumo :

MEMAKNAI MERDEKA
Surat kecil untuk Eyang

Ketika datang pertanyaan:
Untuk apa kamu hadir di bumi?
Ketika datang pertanyaan:
Apa yang telah kau beri pada penghuni bumi?
Ketika datang pertanyaan:
Apa yang telah kau lakukan untuk melestarikan bumi?

Ketika itu langsung teringat nasihat ibuku:
Di manapun engkau berada
Banggalah bahwa kamu orang Indonesia
Selalu bawa nama Tuhan
Jadilah berkat, jadilah rahmat buat sesama

Ketika itu bergetar suara hati:
Aku harus mengabdi
Pada negeri
Pada anak negeri
Pada warga di sini

Tempat kakekku mengabdi
Berjuang seluruh raga sepenuh hati
Bertaruh nyawa untuk negeri

Di sini
Dari sini
Terpatri dalam kenangan:
Tangerang Selatan
Indonesia.

Surat kecil untuk
Eyang Subianto Djojohadikoesoemo
Eyang Soedjono Djojohadikoesoemo
Yang gugur 25 Januari 1946 Dalam Pertempuran Lengkong, Serpong – Tangerang Selatan

Dari cucumu:
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo
17 Agustus 2020.

Bakal calon Wakil Walikota Tangsel itu memang mewarisi darah pejuang dari kedua saudara kakek kandungnya, RM Subianto Djojohadikoesoemo
dan RM Soedjono Djojohadikoesoemo.

Subianto dan Soedjono gugur pada 25 Januari 1946 dalam Pertempuran Lengkong, Serpong.

Kakek kandung Saraswati sendiri adalah Soemitro Djojohadikoesoemo, seorang begawan ekonomi Indonesia, salah satu peletak dasar arah pembangunan ekonomi Indonesia.

back-to-top