MCMNEWS.ID – Lurah Rawa Mekar Jaya (RMJ), Rohidi, mengaku setuju dengan keinginan mayoritas warga RMJ yang meminta pembangunan sekolah diatas lahan Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum).
Rohidi mengungkapkan, hal itu lantaran di wilayahnya sampai saat ini tidak ada Sekolah SMP Negeri.
“Atas nama Lurah saya mendukung kegiatan atau rencana permohonan warga untuk pembangunan SMP Negeri di atas tanah fasum. Karena itu jauh lebih penting untuk anak bangsa kedepannya. Kebetulan sampai saat ini untuk wilayah Rawa Mekar Jaya, Lengkong Gudang Timur dan Ciater bagian timur belum memiliki SMP Negeri,” tuturnya.
Ia mengatakan surat permohonan warga juga secara tertulis sudah di kirimkan ke Walikota Tangsel sejak bulan September tahun 2021 lalu. Tetapi pada Bulan Oktober tahun 2021 pihak pembangunan gereja mengklaim sudah mengantongi surat izin. Sebab itu apabila memang dari pihak panitia pembangunan gereja sudah mengantongi surat izin peruntukannya, maka di tindak lanjuti semestinya di bulan berikutnya pada bulan November dan Desember.
“Pihak panitia pembangunan gereja pun perlu meminta izin ke lingkungan sesuai keputusan tiga menteri yaitu bahwa 60 orang warga asli yang berdomisili di RT04 dan RT03 serta 90 orang jamaat gereja yang berdomisili di wilayah Nusa Loka. Kalau itu semua sudah terlaksanakan oleh panitia pembangunan gereja jangankan siang hari, malam hari pun saya siap untuk menandatangani,” tandasnya.
Sebelumnya sejumlah warga Rawa Mekar jaya meminta, agar Pemkot Tangsel pimpinan Benyamin Davnie segera membangun SMP Negeri di lahan fasilitas umum (fasum). Lahan tersebut berada di Jalan Nusa Loka, RT 04/03, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Kota Tangsel.
Namun, dijelaskan Arsan, sejumlah masyarakat menolak lantaran diwilayah tersebut sudah ada beberapa rumah ibadah.
“Kami warga Rawa Mekar Jaya itu menginginkan tanah tersebut di gunakan untuk fasilitas umum kemasyarakatan diantaranya sekolah yang kita ajukan,” ujar Arsan, Rabu, (12/1/2022).
Arsan menjelaskan, jika di daerahnya saat ini baru mempunyai satu Sekolah Dasar Negeri (SDN).
“Masyarakat kita di Rawa Mekar Jaya ini mereka tetap menginginkan sekolah, seperti SMP. Karena disini belum ada, SD juga baru ada satu,” tuturnya.