Minggu, 27 Sep 2020 | WIB

Lurah Ngamuk ‘Titipan’ nya Tidak Diterima, G7 Desak Pemkot & DPRD Lakukan Investigasi

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 18 Juli 2020, 17:03 WIB

MCMNEWS.ID – Masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dihebohkan dengan beredarnya video Lurah Benda Baru yang ‘mengamuk’ di SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Menanggapi hal tersebut, Deputi Sosial Politik Generasi 7 (G7), Akhrom Saleh, mengatakan, kejadian di SMA Negeri 3 dan sikap tidak terpuji tersebut sepatutnya tidak boleh terjadi.

“Apalagi kebijakan yang diberlakukan oleh Pemerintah Pusat melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan harusnya dapat diterjemahkan dan diimplementasikan oleh pemangku kebijakan, khususnya pejabat di Kota Tangsel. Bukan malah menggunakan kekuasaannya mengintervensi pihak sekolah,” Kata Akhrom, Sabtu, (18/7/2020).

Akhrom mengungkapkan, dia juga menyayangkan sikap Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, yang menyebut disalah satu media online bahwa dirinya menyesal dengan perbuatan anak buahnya, kendati demikian, Lurah tersebut masih bagian dari binaan dan strukturalnya.

“Saya kira Pak Benyamin Davnie sebagai Wakil Walikota juga turut bertanggungjawab, setidaknya secara moral dan akhirat. Nggak lucu juga kalau lepas tangan, sementara kejadian itu di wilayah administratifnya,” kata pria relawan Jokowi ini.

“Saya kira sangat penting Pemkot Tangsel dan DPRD untuk melakukan investigasi sekolah-sekolah Negeri di Kota Tangsel, itukan semata-mata untuk transparansi dan keterbukaan publik. Ya jujur saja, dengan kejadian itu kami curiga jangan-jangan banyak murid baru yang diterima tidak sesuai zonasi tempat tinggalnya,” pungkas Akhrom.

Seperti diketahui, sebelumnya Masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dihebohkan dengan ramainya pemberitaan perseteruan antara SMA Negeri 3 Kota Tangsel dengan Lurah Benda Baru.

Perseteruan tersebut dikabarkan bermula ketika Lurah Benda Baru, Saidun, menitipkan beberapa nama siswa untuk bersekolah di SMA Negeri 3 Tangsel, namun dari nama-nama siswa yang dititipkan oleh Lurah, tak satupun ada yang tercatat lolos.

Mengetahui itu, Lurah Benda Baru dikabarkan langsung mendatangi SMA Negeri 3 dan merusak beberapa fasilitas sekolah.

Plt Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Tangsel, Aan Sri Analiah, membawa kasua tersebut ke jalur hukum dengan melaporkan kan Polsek Pamulang.

Kapolsek Pamulang, Kompol Supiyanto menjelaskan, pejabat pemerintah tersebut mengamuk lantaran siswa titipannya tak diterima di sekolah tersebut.

“Saat itu terlapor (Lurah Benda Baru) masuk ke dalam ruangan kepala sekolah bermaksud untuk memaksa kepala sekolah SMAN 3 Tangsel agar menerima dua orang calon siswa baru untuk bisa diterima masuk ke sekolah SMAN 3 Tangsel,” jelas Supiyanto, dikutip dari Tangerangnews.com, Jum’at, (17/7/2020).

“Bahwa sebelumnya sudah ada tiga calon siswa baru mengatasnamakan Lurah Benda Baru yang masih berstatus cadangan (belum diterima),” tambahnya.

Namun Kepala Sekolah SMAN 3 Tangsel nampaknya tidak bisa memenuhi keinginan terlapor. Mendengar jawaban kepala sekolah, terlapor tidak bisa mengendalikan emosinya, ia naik pitam dan melakukan tindakan yang berujung pada pengerusakan.

“Terlapor langsung menendang toples yang ada di meja tamu ruangan kepala sekolah, setelah menendang toples-toples makanan ringan yang ada di meja tamu ruangan kepala sekolah, terlapor meninggalkan ruangan tersebut kemudian pergi,” ungkapnya.

Sementera itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Tangsel, Aan Sri Analiah, mengaku telah berdamai dengan Lurah Benda Baru. Perdamaian itu terjadi setelah Lurah Benda Baru, Saidun, mendatangi SMAN 3 Tangsel untuk meminta maaf atas perbuatannya yang merusak fasilitas milik SMAN 3 Tangsel.

“Kita lihat saja ya nanti, karena dengan adanya pak lurah sudah ke sini secara kekeluargaan. Saya belum putuskan cabut laporan polisi. Biarinlah proses ke polisi. Misalnya nanti Pak Lurah dipangil polisi akhirnya seperti apa, nah itu yang akan kami ikuti,” Kata Aan, seperti mengutip salah satu media online.

back-to-top