Sabtu, 26 Sep 2020 | WIB

Lurah Cipayung : Pemkot Tangsel Butuh Satkorlak Bencana Tingkat Kecamatan

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 09 Januari 2020, 1:56 WIB
MCMNEWS.ID | Lurah Tomy Patria Edwardy. (Dok : Instagram / @patriatomy)

TANGSEL, MCMNEWS.ID – Banjir yang melanda beberapa wilayah di kota Tangerang Selatan (Tangsel) terlihat sudah surut, masyarakat sudah kembali kerumah masing-masing dan melakukan aktivitas seperti biasa.

Namun ada sedikit catatan ketika melihat proses penanganan bencana Banjir, pemerintah kota dinilai belum cukup sigap dalam menghadapi bencana.

Berdasarkan pengalaman penanganan bencana banjir dan longsor di Tangerang Selatan Lurah Cipayung, Ciputat, Tomy Patria, mengusulkan, agar pemerintah kota Tangerang Selatan untuk segera membentuk Satuan Koordinator Pelaksana (Satkorlak) Penanggulangan Bencana di setiap kecamatan yang terdapat di Tangsel.

Tomy menjelaskan, Keberadaan Satkorlak Penanggulangan Bencana Tingkat Kecamatan, nantinya memiliki tugas dan tanggung jawab tanggap darurat seperti penentuan titik evakuasi, melakukan evakuasi, pendataan, penyediaan logistik, dan pendistribusian bantuan kebutuhan dasar para korban lainnya.

“Kita harus apresiasi apa yang sudah dilakukan pemkot, tetapi saya melihat bahwa pemkot masih belum cukup sigap untuk menghadapi situasi bencana semacam banjir kemarin, saya memberi usul pemkot harus membentuk Satkorlak.” kata Tomy kepada MCMNEWS.ID, Rabu, (8/1/2020).

“Dengan dibentuknya Satkorlak ini, diharapkan penanganan bencana di kota Tangerang Selatan bisa lebih maksimal” lanjut Tomy.

Tomy melanjutkan, selain itu Satkorlak juga memiliki tugas pengamanan rumah yang terkena banjir, hal itu berdasarkan pengalaman ketika dirinya terjun membantu korban banjir, dia menemukan ada beberapa masyarakat yang tidak ingin di evakuasi lantaran menjaga harta.

“Ada juga menjadi tugas lain Satkorlak, yaitu melakukan patroli penjagaan ke rumah-rumah warga, karena banyak warga yang tidak ingin dievakuasi dan memilih bertahan di lantai dua rumah” jelasnya.

Selain itu, Tomy melanjutkan, ia juga mengusulkan agar Pemkot memberikan kewenangan kepada Kelurahan untuk mempunyai peralatan tanggap bencana.

Hal itu dilatarbelakangi karena kelurahan  merupakan unsur pemerintah di suatu kewilayahan,  serta melihat potensi Kelurahan dalam memberikan bantuan.

“Melihat bantuan dan potensi kelurahan, itu juga yang saya usulkan, agar kelurahan dianjurkan memiliki peralatan tanggap bencana seperti perahu karet, genset, dan kendaraan operasional untuk menghadapi bencana yang akan datang. (tinggal) disiapkan biayanya untuk membeli ataupun menyewa. ” kata Tomy.

Menanggapi usulan itu, Wakil Wali Kota Benyamin Davnie mengatakan, bahwa setiap usulan bisa saja ditawarkan. Namun disesuaikan dengan tahapan yang ada, yakni melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

“Usulan tersebut dapat dibahas dalam musrenbang yang akan digelar bulan februari nanti. Kalau mengusulkan bisa saja dari kelurahan,” jelas Benyamin.

back-to-top