Sabtu, 19 Sep 2020 | WIB

Lawan Covid-19, Tomi Patria Tidak Setuju Jika Kemudian Hari Tangsel Harus Lockdown

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 17 Maret 2020, 15:00 WIB
MCMNEWS.ID | Kepala Kelurahan Cipayung, Tomi Patria Edwardy. (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID – Semakin merebaknya penyebaran Virus Covid-19 atau Virus Corona membuat kepanikan ditengah-tengah masyarakat. Belakangan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluarkan instruksi peningkatan kewaspadaan dini dan antisipasi penyebaran virus covid-19.

Menanggapi hal itu, Kepala Kelurahan Cipayung, Tomi Patria Edwardy, mengatakan, bahwa dirinya mengapresiasi langkah yang diambil Pemkot Tangsel, namun dirinya tidak setuju jika dikemudian hari Tangsel harus melakukan lockdown.

Menurutnya, jika ingin melakukan lockdown, Pemerintah membutuhkan persiapan yang maksimal dan perhitungan yang matang.

Lockdown adalah sesuatu hal yang bertolak belakang dengan keinginan masyarakat, sebetulnya masyarakat tidak perlu seperti itu, masyarakat menginginkan normal-normal saja,” kata Tomi saat ditemui Mcmnews.id, di Kantor Kelurahan Cipayung, Selasa, (17/3/2020).

“Jangan terlalu panik, tetapi tetap (harus) ditangani oleh pemerintah secara komprehensif, pemerintah tetap melakukan langkah-langkah persiapan antisipasi, tetapi tidak langsung membuat kebijakan yang langsung merugikan masyarakat dibawah” lanjutnya.

Tomi menjelaskan, menurutnya jika Pemerintah melakukan lockdown, masyarakat akan merasa lebih panik dan berimbas pada melakukan pembelian kebutuhan pokok dengan jumlah yang besar.

“Timbul akhirnya semua ingin membeli sesuatu secara berlebihan untuk memenuhi kebutuhan dirumah, terus kebutuhan meningkat, lalu barang akan langka, timbul kepanikan seolah-olah itu menjadi momok yang sangat menakutkan,” jelasnya.

Tomi yang juga merupakan Bakal Calon Walikota Tangsel itupun mengatakan, Pemerintah harus bersinergi dalam menghadapi penyebaran Virus Covid-19, serta tetap harus memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

“Untuk pemerintah daerah yang penting Aparaturnya saja yang dikuatkan, karena masyarakatkan juga membutuhkan Pemerintah, ini terkesan pemerintah yang merasa ketakutan”

“Ada beberapa yang memanfaatkan perintah itu (Bekerja dari rumah), tapi perintah itu kan turun ke bawah ke Walikota, sementara walikota belum memerintahkan itu (Bekerja dari rumah). Jadi kami masih masuk seperti biasa, kami menyampaikan kepada pegawai agar masuk seperti biasa, memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal” tandasnya.

back-to-top