Kamis, 1 Okt 2020 | WIB

Kurang 16.687 e-KTP, Suhendar Putuskan Mundur Dari Jalur Independen, Menanti Keputusan Parpol

MCMNEWS.ID
Penulis: MCMNEWS.ID
Diterbitkan: 12 Februari 2020, 18:48 WIB
MCMNEWS.ID | Bakal calon walikota Tangerang Selatan (Tangsel) jalur perseorangan atau independen, Dr. (c) Suhendar, S.H, M,H, resmi menghentikan pengumpulan e-KTP dan surat pernyataan dukungan dari masyarakat. Rabu (12/02). (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID –  Bakal calon walikota Tangerang Selatan (Tangsel) jalur perseorangan atau independen, Dr. (c) Suhendar, S.H, M,H, resmi menghentikan pengumpulan e-KTP dan surat pernyataan dukungan dari masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Suhendar saat melakukan press conference, di Saung Serpong, Jl. Pahlawan Seribu, Lengkong Gudang, Kec. Serpong, Tangsel, Rabu, (12/2/2020).

Suhendar mengatakan, penghentian pengumpulan dukungan e-KTP dilakukan karena permasalahan waktu. Menurutnya, dengan waktu yang tersisa hanya 8 hari, pihaknya pesimis dapat memenuhi persyaratan tersebut.

“Sampai tanggal 10 kemarin, kita sudah berhasil mengumpulkan 54.456 dukungan, dari yang diharuskan yaitu sebanyak 71.143” kata Suhendar kepada wartawan.

“Sebetulnya maksud kita mengadakan acara press conference ini adalah untuk menyampaikan permohonan maaf atas ketidakberlanjutan dalam proses jalur perseorangan.” lanjutnya.

Suhendar mengungkapkan, langkah politiknya di Tangsel tidak terhenti sampai disini, Suhendar mengungkapkan bahwa dia akan bertarung seperti bakal calon walikota lainnya yaitu melalui jalur partai politik.

“Seperti yang saya sampaikan, kita tidak mundur ya, melainkan pindah jalur, dari jalur perseorangan kemudian bergeser menuju jalur partai politik.” ungkapnya.

Ketika ditanya apakah keputusannya berpindah melalui jalur parpol akan mempengaruhi posisi  yang di perebutkan, dia menyerahkan seluruhnya kepada keputusan partai.

“Saya kira tentang apakah jadi walikota atau jadi wakil walikota, saya kira karena saya ikut dengan parpol, maka tentu parpol punya mekanisme dan persyaratan. termasuk pilihannya ketika parpol memaksa harus mengikuti keinginan parpol, tentunya dalam (konteks) membangun tangsel yaa, misalnya saya harus menjadi nomor dua itupun sangat mungkin.” jelasnya.

Seperti diketahui, untuk kota Tangsel jumlah dukungan yang harus di kumpulkan oleh calon perseorangan sebanyak 7,5 Persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap Pemilihan Umum Tahun 2019 sebanyak 948.571, yaitu sebesar 71.143 dan dukungan tersebut harus tersebar dilebih dari 4 Kecamatan.

back-to-top