Sabtu, 31 Okt 2020 | WIB

Komunitas Seni CITATA Kecewa Hasil Renovasi Taman Kota 1 BSD Tak Sesuai Harapan

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 30 Januari 2020, 22:08 WIB
MCMNEWS.ID | Farhadiba Ketua Komunitas Cinta Taman Kota (Citata), Rabu (29/01). (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID – Perenovasian Taman Kota 1 Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Tangsel mengecewakan banyak pihak. Hal itu lantaran, hasil renovasi dinilai tidak sesuai dengan ekspetasi yang dibayangkan.

Kekecewaan itu, disampaikan oleh ketua Komunitas Seni Cinta Taman Kota (Citata), Farhadiba, ketika sedang melakukan pengecekan di Taman Kota 1, Jl. Letnan Sutopo, Lengkong Gudang Tim, Kec. Serpong, Kota Tangsel, Rabu, (29/1/2020).

Farhadiba mengatakan, pasalnya, lokasi yang biasa dibuat untuk pertunjukan seni oleh komunitasnya tersebut, dianggap tak sesuai harapan, bahkan terkesan ingin menyingkirkan komunitas seni.

“Ya kalau dulu kan ada panggung, jadi kita bisa main musik disitu. Kalau sekarang kan ngga, panggungnya ngga ada, terus lokasi untuk memberikan edukasi bagi masyarakat melalui seni melukis, juga ngga ada. Seakan-akan ingin menyingkirkan kita sebagai seniman, itu yang saya lihat dari hasil pekerjaan mereka (DLH Kota Tangsel),” ungkap wanita yang biasa disapa Mizz Farhadiba kepada wartawan.

Wanita yang juga menjabat sebagai ketua KADIN Tangsel itu pun menururkan, banyak hal yang perlu dikoreksi dari hasil pekerjaan DLH Kota Tangsel. Minimnya penerangan, katanya lagi, membuat Taman Kota BSD terkesan remang, sehingga harus dievaluasi.

“Coba lihat aja, lampu ngga dibenerin sama mereka. Lampu-lampu taman yang dulu cantik, sekarang rusak dan dibiarkan sama mereka. Justru kesannya kurang bagus.” katanya.

“Oleh sebab itu, kita meminta kepada dinas terkait, untuk melakukan perbaikan-perbaikan sehingga tidak hanya dinikmati oleh komunitas seni, tetapi juga masyarakat Tangsel,” tambahnya.

Hal senada dikatakan oleh salah seorang anggota Komunitas BMX, Fadli, yang turut menyesalkan pekerjaan yang dilakukan oleh DLH Kota Tangsel.

Fadli mengatakan, standart bagi permainan ketangkasan sepeda yang ada di Taman Kota I justru membahayakan jika digunakan untuk bermain BMX.

“Contoh saja lekungannya, terus untuk jarak ancang-ancangnya juga pendek. Lekungan media untuk bermain itu bahaya banget, soalnya kalo kita mau jumping, pasti mental, karena ngga sesuai standartnya,” kata Fadli.

“Kalo yang pas itu yang ada di Taman Perdamaian, yang dibelakang Pasar Modern. Harusnya Pemkot nyontoh sama arena BMX disana (Taman Perdamaian). Standartnya ada disana. Jadi 4 Miliar kayaknya jadi sia-sia kalo buat kami,” tambahnya.

back-to-top