Senin, 21 Sep 2020 | WIB

Komplotan Pembobol ATM Berlaga Bak Robin Hood, Usai Beraksi Bagikan Uang Santunan Ke Yatim dan Piatu

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 21 Januari 2020, 8:31 WIB
MCMNEWS.ID | 4 Pelaku Pembobol ATM di Minimarket saat ditangkap oleh Polres Tangerang Selatan.

MCMNEWS.ID – Polres Tangsel menggulung komplotan maling spesialis pembobol ATM di minimarket. Dari pengakuan pelaku, hasil aksi kejahatannya dibagikan ke panti layaknya Robin Hood. Keterangan Alan, satu dari empat pembobol ATM di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) merupakan otak dari tindak kejahatan di tujuh wilayah hukum Polres Tangsel. Ia mengaku hasil kejahatannya adalah untuk menyantuni anak-anak yatim dan piatu.

“Selain didorong kebutuhan ekonomi, hasilnya juga untuk menyantuni sekitar 50 anak yatim dan piatu,” ujarnya kepada awak media di Mapolres Tangsel, Senin (20/1/2020).

Keempatnya yakni, Alan Mustika, Rian Ardiansyah, Irfan Efendi dan Ronald. Mereka mempunyai peran yang berbeda. Rian yang tercatat warga Semanan Kalideres, Jakarta Barat, berperan sebagai penunjuk jalan atau joki. Tersangka Bogel bertugas mengawasi tkp dan joki. Kemudian, Alan Mustika sebagai otak pelaku dan Ronald membantu saat pencurian atau pembobolan ATM. 

Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan mengatakan tersangka mengaku, mempelajari metode tersebut secara otodidak.

Kata Kapolres, usai beraksi selalu merusak CCTV digunting rekamannya atau diambil kemudian dirusak dengan dimasukan ke dalam air.

“Dari 7 TKP hanya sekitar 4 yang di ATMnya ada uangnya. Rata-rata mulai Rp 30 juta dan yang terbesar jumlahnya di Pondok Kacang Timur Pondok Aren yakni sekitar lebih dari Rp 600 juta,” terangnya.

Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan mengatakan para tersangka bukanlah karyawan dari minimarket-minimarket tersebut.

“Pelaku dari luar, bukan karyawan. Mereka ngekost dan kelompok Palembang yang melakukan,” bebernya.

Beberapa barang bukti yang diamankan di antaranya 1 tabung gas, 2 buah linggis, 2 buah besi yang dibentuk seperti tali untuk memanjat. Sebuah obeng, sebilah senjata tajam jenis crambit, 2 buah tas tangan.

Diketahui keempat tersangka disangkakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara.

back-to-top