Sabtu, 19 Sep 2020 | WIB

Komitmen Bela Korban Pelecehan Seksual, Selesai Daftar Pilkada Saraswati Berikan Dukungan Moril

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 05 September 2020, 5:03 WIB
MCMNEWS.ID | Bakal calon Wakil Wali Kota Tangsel Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (kiri) saat berbincang dengan korban pelecehan seksual berinisial S di sebuah kontrakan korban di Kota Tangsel, Jumat (4/9/2020). (Dok: Andre)

MCMNEWS.ID – Temui korban pelecehan seksual, Bakal Calon Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, berikan dukungan moril.

Setelah mendaftarkan diri ke KPU Kota Tangsel, Rahayu Saraswati menyempatkan waktu mengunjungi korban pelecehan seksual Ibu S, di Sarua, Ciputat, Kota Tangsel, Jumat, (4/9/2020).

Saraswati mengatakan, dirinya berkomitmen untuk mendukung apa pun keputusan Ibu S dalam menindaklanjuti laporan yang dialaminya tersebut.

“Saya hadir dan menemui Ibu S untuk memberikan dukungan, karena Ibu S sudah dipanggil Polisi terkait laporannya. Kalau beliau mau lanjut, saya akan mendukung” kata Saraswati.

Saraswati menyesalkan adanya upaya penyelesaian secara damai yang justru mengandung unsur intimidasi dan manipulasi oleh oknum.

“Saya diberi tahu ada proses perdamaian yang mengandung intimidasi oleh oknum, saya menyesalkan hal ini,” ungkap wanita yang juga merupakan pendiri Parinama Astha, yayasan yang fokus memperjuangkan kepentingan perempuan dan anak.

Dia pun berharap agar semua pihak yang bertanggung jawab memberikan perlindungan kepada korban dapat menjalankan tugasnya sebaik mungkin.

Dikatakan Saras, oknum-oknum yang mengambil kesempatan dalam kesengsaraan para korban harus ditindak.

Wanita yang juga merupakan mantan anggota Komisi VIII DPR RI itupun, menghimbau kepada rekan-rekannya di DPR RI untuk segera mengesahkan RUU Penghapusan Kejahatan Seksual (PKS).

“RUU PKS segera disahkan dan sangat dibutuhkan saat ini sehingga para pelaku pelecehan seksual seperti yang dialami Ibu S tidak lepas dengan mudah dan atas dasar hukuman yang tidak berdasarkan unsur kekerasan seksual.” tandasnya.

back-to-top