Minggu, 27 Sep 2020 | WIB

Alex PSI Tangsel Sarankan Pemkot Lakukan Sosialisasi Dan Prakondisi Sebelum Hadapi ‘NEW NORMAL’ Di Dunia Pendidikan

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 31 Mei 2020, 12:54 WIB
MCMNEWS.ID | Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dari Fraksi PSI, Alexander Prabu.

MCMNEWS.ID – Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan persiapan kembali bersekolah untuk jenjang pendidikan Paud, SD, dan SMP yang akan dimulai pada 13-15 Juli 2020.

Menanggapi itu, anggota Komisi Komisi 2 DPRD Kota Tangsel dari Fraksi PSI, Alexander Prabu mengatakan, masih banyak pihak yang mengkhawatirkan dari banyak pihak tentang kebijakan tersebut.

“Ditengah banyak kekhawatiran orangtua siswa, masyarakat, ahli pendidikan dan ahli kesehatan rasanya kebijakan membuka sekolah di tengah situasi yang belum pasti, masih ada pasien positif dan masih bertambahnya kasus pasien meninggal akibat Covid -19 kurang tepat,” kata Alex, dalam keterangan yang diterima Mcmnews.id, Minggu, (31/5/2020).

“Apakah yakin pandemi ini akan hilang dan berhenti akhir Juni?  Potensi besar bahwa pandemi ini akan berlangsung lama, bahkan cenderung menjadi endemi,” lanjutnya.

Dikatakan Alex, bahwa apa yang terjadi di Prancis bisa jadi peringatan yang harus diantisipasi. Selama seminggu sekolah dibuka setelah pelonggaran karantina wilayah itu malah menambah 70 kasus positif Virus Corona Covid-19 di kalangan siswa. Akibatnya, banyak taman kanak-kanak dan sekolah dasar ditutup kembali.

“Bahkan sangat mungkin peristiwa serupa akan terjadi di sekolah kita. Mengingat tingkat kedisiplinan dan kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan selama PSBB masih rendah,” katanya.

Diungkapkan alex, sebaiknya Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel melakukan sosialisasi terlebih dahulu pada kepala sekolah atau pengurus yayasan pendidikan dengan pedoman-pedoman new normal pada dunia persekolahan mengacukan pada tahapan panduan UNICEF, Ikatan Dokter Anak Indonesia serta Gugus Tugas Penanganan Covid 19.

“Setelah semuanya dianggap sudah siap dengan perubahan kebiasaan baru new normal pada dunia pendidikan dan memungkinkan untuk melakukan proses pembelajaran tatap muka, maka sekolah bisa dibuka kembali dengan penuh kehati-hatian, sehingga target tanggal masuk kembali sekolah harus fleksibel dan bersifat tentatif. Prinsip kesehatan dan keselamatan siswa dan guru harus menjadi titik perhatian,” ungkapnya.

“Pemkot Tangerang Selatan harus membantu sekolah negeri maupun swasta yang dirasakan kurang mampu memenuhi tuntutan new normal yang sudah pasti banyak memerlukan biaya untuk melengkapi software seperti SDM, pelatihan dan panduan Kegiatan Belajar Mengajar. serta mengkapi  hardware yaitu semua peralatan sesuai protokol kesehatan sebagai prosedur baru,” tandasnya.

back-to-top