Kamis, 1 Okt 2020 | WIB

Hadiri Rapimda KNPI Tangsel, Kadispora Prihatin Minimnya Keterlibatan OKP Di Tangsel

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 20 Februari 2020, 10:15 WIB
MCMNEWS.ID | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangsel melaksanakan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) bertajuk “Konsolidasi Pemuda Menuju KNPI yang Sinergis Dengan Berkarya Bagi Tangsel Tercinta” berlangsung di Pemkot Tangsel, (19/2).

MCMNEWS.ID –  Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Wiwi Martawijaya, menyayangkan hanya ada 20 organisasi pemuda yang aktif dan sering berinteraksi dengan Pemerintah Kota (Pemkot).

Hal itu dikatakan Wiwi usai menghadiri acara pembukaan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangsel, di Pusat Pemkot Tangsel, Rabu (19/2/2020).

Wiwi mengungkapkan, dari Dua puluh organisasi pemuda tersebut, didominasi oleh organisasi kemahasiswaan yang berada di Kota Tangsel.

“Kalau yang aktif dan seringkali berinteraksi dengan kita itu hanya 20 organisasi pemuda. Itu pun didominasi organisasi kemahasiswaan,” kata Wiwi kepada wartawan.

Wiwi juga menjelaskan, dirinya sangat menyayangkan bahwa di kota Tangsel masih banyak kepengurusan organisasi kepemudaan yang usianya diatas 30 tahun. Karena menurutnya, berdasarkan Undang-Undang Kepemudaan batas usia muda telah disepakati adalah 16-30 tahun.

“Kan di Tangsel ini banyak yang pengurusnya rata-rata sudah diatas 30 tahun. Dalam Undang-undang kan jelas. Oleh sebab itu, nanti kita lihat regulasinya. Di Tangsel juga sudah dibuatkan Peraturan Daerah (Perda) soal kepemudaan, jadi nanti lebih tertata,” tambahnya.

“Disitu (UU Kepemudaan) dimaksudkan agar regenerasi tetap berjalan. Bagaimana pun, pemuda memiliki peran penting dalam pembangunan,” lanjutnya.

Ditemui ditempat yang sama, Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menegaskan, bahwa besarnya angka pemuda Kota Tangsel yang mencapai angka 60%, ada banyak hal yang dapat dilakukan dan dikembangkan oleh pemuda di Kota bertajuk Cerdas, Modern dan Religius tersebut.

“Dari total penduduk Tangsel 1,6 juta itu, 60% pemuda. Jadi pemuda memiliki peran penting, terlebih di Kota Tangsel banyak teknologi-teknologi yang ada, untuk dapat dikembangkan dan dipelajari oleh pemuda yang ada. Sehingga, Tangsel perlu pemuda yang kreatif, tangguh, dan memiliki keinginan besar untuk maju.” Kata Benyamin

“Fasilitas ada, tinggal mau digunakan atau tidak. Saya mendorong agar pemuda kedepan lebih inovatif dalam mengembangkan pengetahuan dan jati dirinya,” tandasnya.

Rapat Pimpinan Daerah  (Rapimda) bertajuk “Konsolidasi Pemuda Menuju KNPI yang Sinergis Dengan Berkarya Bagi Tangsel Tercinta” berlangsung Pemkot Tangsel, (19/2) kemarin, siang.

Turut hadir para pengurus masing-masing Organisasi Kepemudaan (OKP), di antaranya KNPI, Karang Taruna, Pemuda Pancasila, GP Ansor, dan puluhan lainnya. Demikian juga Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Wiwi Martawijaya, Ketua DPRD Tangsel Abdul Rasyid, Ketua KNPI Tangsel Ahmad Syawqi, Kabid Pengembangan Pemuda Dispora, Endang.

back-to-top