Selasa, 22 Sep 2020 | WIB

Gedung DPRD Kota Tangsel Sempat Jadi Temuan BPK, Fraksi PSI Sarankan Perlu Diaudit Menyeluruh

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 18 Februari 2020, 17:15 WIB
MCMNEWS.ID | Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tangsel.

MCMNEWS.ID – Aktivis Anti Korupsi, Suhendar, menyoroti permasalahan gedung DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang ramai diperbincangkan. Gedung DPRD Tangsel disebut memiliki kualitas yang tidak sesuai anggaran pembangunannya.

Suhendar mengatakan, dalam hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Pemerintah kota Tangsel terbukti kelebihan membayar sebesar Rp. 2 Miliar kepada pihak kontraktor.

“Jadi dalam hasil audit (BPK), Pemkot Tangsel itu kelebihan bayar Rp.2 miliar. Nah, kelebihan bayar kepada kontraktornya sudah dikembalikan atau belum? Itu yang yang harus dipertanyakan,” kata Suhendar kepada wartawan, Senin (17/2/2020).

Suhendar melanjutkan, Dalam hasil audit, gedung DPRD kota Tangsel sudah diserahkan pada bulan September 2017, namun faktanya, gedung wakil rakyat tersebut baru diserahkan pada bulan Juni 2019.

“Harusnya (Gedung DPRD) diserahkan pada September 2017, tapi molor kan. Nah, Pemkot sudah bayar full tuh, jadi menurut audit BPK, Pemkot Tangsel kelebihan bayar,” tambahnya.

Seperti diketahui, Gedung DPRD Kota Tangsel yang belum lama diserahterimakan Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR), sudah terdapat kerusakan dibeberapa bagian. Selain toilet yang rusak dan bau, Ruang Rapat Paripurna pun kerap bocor kala hujan turun.

Menanggapi hal tersebut, Aji Bromokusumo salah satu Anggota Komisi IV dari Fraksi Partai PSI mengatakan, bahwa gedung yang telah menghabiskan uang rakyat hingga Rp. 200 miliar tersebut tidak berkualitas, jika dibandingkan dengan kondisi didalamnya.

“Yang menjadi pertanyaan, dari kontraktor kondisi seperti itu kok bisa diserahterimakan ke DBPR, dan mau (terima) Berita Acara Serah Terima (BAST) kondisi seperti itu, dan lebih jauh kenapa diserahterimakan ke Setwan dan mau terima? Itu bukan sekedar perbaikan toilet, gedung itu perlu diaudit menyeluruh.” katanya.

“Fraksi PSI tidak ingin berpikir (ada) indikasi apapun. Kami hanya ingin memastikan bahwa Rp. 200M uang rakyat itu tepat peruntukannya yaitu rumah kita bersama seluruh rakyat Tangsel yang bisa dibanggakan, kualitas yang sesuai dengan Rp. 200M itu tadi,” lanjutnya.

back-to-top