Jumat, 10 Jul 2020 | WIB

Evaluasi Dana Alokasi Umum Kelurahan, Wawalkot Tangsel: Munculkan Ekonomi Kreatif

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 30 Juni 2020, 10:20 WIB
MCMNEWS.ID | Wakil Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie. (Dok: Andre)

MCMNEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) melakukan evaluasi program Dana Alokasi Umum (DAU) Khusus Kelurahan di Kecamatan Ciputat dan Ciputat Timur.

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menjelaskan, Kementerian Keuangan telah mencairkan 50 Persen dari Rp 350 juta. Untuk Itu segera lakukan kegiatan agar masyarakat terbantu dengan program DAU tersebut.

Benyamin Davnie menjelaska, meski saat ini daerah mengalami banyak gejolak. Namun hal tersebut tidak bisa jadi alasan untuk menunda kegiatan.

Menurutnya meski daerah mengalami banyak gejolak namun hal tersebut tidak menjadi alasan untuk menunda kegiatan. Salah satunya yang harus dijalankan adalah program padat karya. Yang mana pesertanya adalah warga yang terdampak Covid-19.

“Apa saja. Kursus bikin rengginang, martabak, roti. Itu kan bisa. Bantukan masyarakat. Itu bisa kan, masuk ke dalam grup WA. Munculkan ekonomi kreatif,” katanya.

Benyamin menambahkan, bahwa kegiatan yang sifatnya mendesak adalah ekonomi kreatif untuk seluruh warga. Sehingga anggaran yang dikelola bisa memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Janganlah program itu sosialisasi peraturan ini. Atau undang-undang ini. Lakukan kegiatan yang memang menjadi solusi atas masalah yang terjadi,” kata Benyamin.

Benyamin mengungkapkan, fokus pembangunan saat ini adalah untuk membantu masyarakat, membangun lagi kegiatan ekonomi yang sempat mengalami tekanan. Agar Tangsel bisa menjadi daerah yang kembali maju setelah mengalami masalah ini.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Warman Syahnudin, menjelaskan, kegiatan evaluasi program DAU dilakukan untuk Kelurahan-Kelurahan yang ada di Tangsel.

“Dengan adanya dana dari Kemenkeu untuk Kelurahan-Kelurahan sebesar Rp 350 juta, agar dapat dilaksanakan untuk Pemberdayaan kegiatan dimasyarakat masing-masing Kelurahan,” ungkapnya.

Dana ini cair tahap pertama pencairan sebesar 50 Persen dan selanjutnya apabila sudah dilaksanakan dokumen SPJ agar dilaporkan sebagai usulan tahap keduanya.

Dan selanjutnya untuk monitoring akan datang langsung ke Kelurahan untuk melihat hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakan.

back-to-top