Sabtu, 19 Sep 2020 | WIB

Dukung Bareskrim Polri Grebek Karaoke di BSD, Rahayu Saraswati : Tidak Ada Toleransi Terhadap Perdagangan Orang

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 20 Agustus 2020, 18:04 WIB
MCMNEWS.ID | Rahayu Saraswati. (Dok: Istimewa)

MCMNEWS.ID – Bakal calon Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengecam keras tindakan perdagangan manusia yang diduga terjadi di salahsatu tempat karaoke dibilangan BSD, Kota Tangsel.

Menurutnya tidak ada toleransi terhadap praktik perdagangan manusia. Aktivis perempuan dan pejuang anti perdagangan manusia itupun mendukung penuh langkah yang dilakukan oleh Bareskrim Polri.

Saraswati juga meminta aparat membongkar kasus ini secara total, tidak hanya menjaring wanitanya tapi juga pelanggannya yang laki-laki, serta pihak-pihak yang bisa diduga kuat terlibat dalam tindak pidana tersebut.

“Saya juga meminta aparat tegas, jangan cuma wanitanya yang diamankan, tapi juga pelanggannya, laki-laki kan. Serta pihak-pihak yang bisa diduga kuat terlibat dalam kasus tindak pidana perdagangan orang,” kata Saraswati, Kamis, (20/8/2002).

“Cari siapa-siapa saja tokoh kunci dalam perdagangan manusia itu, yang dikenal dengan sebutan germo atau mucikari. Jika ada, tangkap segera!,” tambahnya.

Saraswati yang juga merupakan pendiri Yayasan Parinama Astha (ParTha) yang memperjuangkan kepentingan ibu dan anak khususnya korban perdagangan manusia (human trafficking) itupun mengaku mempunyai solusi untuk menyelesaikan penyakit sosial itu.

“Solusinya pemberdayaan perempuan dan ekonomi serta meningkatkan ketahanan keluarga, perempuan harus cerdas, tangguh dan mandiri” ungkapnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, ramai diberitakan oleh media bahwa Bareskrim Polri menggerebek salahsatu tempat Karaoke di BSD Tangsel dengan menerjunkan Tim TPPO (Tindak Pidana Perdangan Orang).

Dalam operasi tersebut, pihak kepolisian menjaring 47 wanita pemandu lagu alias LC.

back-to-top