Detail

DPMP3AKB Kota Tangsel Berupaya Lakukan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Friday, 18 December, 2020, 21:37 WIB
Penulis: Andre Pradana

MCMNEWS.ID – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyelenggarakan rangkaian webinar dalam rangka upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Acara webinar tersebut bekerjasama dengan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) CERIA Kota Tangsel dan mitra hukum P2TP2A Kota Tangsel.

Kepala DPMP3AKB Kota Tangsel, Khairati, mengatakan, dalam pelaksanaan webinar Parenting diharapkan para guru TK dan orang tua mampu memahami cara mendidik anak agar mau belajar membaca lebih mudah.

“Maka dengan memperoleh ilmu para orangtua bisa mempraktikkan kepada anak-anaknya juga para guru TK dapat menerapkan saat mengajar pada anak-anak sesuai tahapan perkembangannya,” kata Khairati, Jumat, (18/12/2020).

Sementara itu, dalam webinar Cerdas Hukum yang bertemakan ‘Mengupas Tuntas Perlindungan Anak Secara Hukum’, Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, menyatakan, bahwa anak adalah aset dan generasi penerus yang akan menentukan kemajuan sebuah bangsa.

Dikatakan Airin, oleh karena itu tugas bersama untuk mendampingi dan mendidik mereka serta melindungi mereka dari segala bentuk kejahatan. Bahwa prinsip dasar dalam perlindungan anak adalah meliputi non diskriminasi, kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta mendengar pandangan anak.

“Kegiatan kelas hukum yang dilaksanakan ini sangat penting bagi seluruh masyarakat Kota Tangsel. Untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam mendampingi anak-anak yang mengalami kasus kekerasan baik fisik, psikis, seksual dan penelantaran agar mendapatkan penanganan yang tepat,” tutur Airin.

“Pemkot Tangsel telah berupaya memberikan perhatian penuh terhadap pemenuhan dan perlindungan perempuan dan anak melalui program kota layak anak. Alhamdulillah tahun 2019 Tangsel telah memperoleh penghargaan kota layak anak kategori Nindya,” lanjutnya.

Airin pun berharap kerjasama serta perhatian yang serius dari semua OPD, instansi terkait, masyarakat, dunia usaha dan media masa dalam rangka mewujudkan Tangsel menjadi kota layak anak dengan berbagai program kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

Disisi lain, dalam memperingati Hari Ibu tingkat Kota Tangsel, menghadirkan Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan, Keluarga dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Rohika Kurniadi Sari.

Rohika mengatakan bahwa keluarga merupakan pondasi utama dalam membangun sistem dan tatanan sosial.

Dikatakan Rohika, keluarga berperan sangat besar Karena merupakan sekolah pertama dan utama bagi setiap anak bangsa sebelum terjun kemasyarakat.

“Berdasarkan hasil survei AADC Jilid 2 tahun 2020 KPPPA, kondisi psikologis anak selama pandemi Covid-19 pada umumnya responden merasa sedih dan mudah marah dan gejala kognitif yang paling banyak dirasakan responden yaitu menyalahkan diri sendiri dan tidak bisa berkonsentrasi dengan baik,” jelasnya.

“Kesimpulannya persentase anak perempuan dengan gejala gangguan depresi lebih tinggi dibandingan anak laki-laki. Alasannya karena anak perempuan lebih rentan mengalami depresi selama masa pandemi karena berdampak pada kesiapan kesehatan reproduksi yang bermuara pada kondisi stanting di generasi berikutnya,” tambahnya.

Dengan demikian, Rohika pun menghimbau para orang tua agar menerapkan strategi 9M.

“Memberi pujian dan apresiasi, menjadi pendamping dalam belajar, menjadi pendengar yang baik, menghargai waktu privasi anak, meyakinkan orang tua peduli dan ada saat dibutuhkan, memberi ruang gerak interaksi dengan teman, mengajak anak berpendapat dan berdiskusi, membangkitkan rasa percaya diri dengan memberi tanggung jawab, mendukung anak menjadi inspirasi dan panutan,” pungkasnya.