Detail

DLH Tangsel Akui Bank Sampah Solusi Atasi Sampah Non Organik Masyarakat

Tuesday, 13 April, 2021, 18:17 WIB
Penulis: Andre Pradana

MCMNEWS.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus melakukan inovasi dalam upaya pengurangan sampah, terlebih dari sumbernya. Guna menjawab kebutuhan tersebut (pengurangan sampah dari sumber), DLH mendorong terciptanya Bank Sampah di setiap wilayah.

Disampaikan oleh Kepala Bidang Persampahan pada DLH Wismansyah, saat ini Kota Tangsel telah memiliki 313 unit Bank Sampah, yang tersebar di beberapa wilayah. Jumlah tersebut, diharapkan dapat terus bertambah, guna menanggulangi jumlah sampah non organik dari masyarakat.

“Jumlah Bank Sampah Kota Tangerang Selatan ada sekitar 313 Unit. Itu tersebar di seluruh wilayah Kota Tangerang Selatan. Bank Sampah dapat membantu mengatasi sampah non organik dari masyarakat. Sehingga, kami harapkan jumlahnya terus bertambah, guna mengantisipasi sampah dari sumber, yakni masyarakat,” ujar Wismansyah kepada wartawan, Selasa, (13/4/2021).

Wismansyah menyatakan, jumlah Bank Sampah terbanyak berada di Kecamatan Pamulang, yakni sebanyak 106 Unit. Bank Sampah yang terletak di Kecamatan Pamulang tersebut, dapat mengolah sampah sepanjang 2020 lalu, sebanyak 185,68 ton.

“Bank Sampah yang terdata di kami itu ada di Kecamatan Pamulang sebanyak 106 Unit. Sampah non organik terolah selama 2020 di Bank Sampah yang berada di wilayah Pamulang, sebanyak 185,68 Ton. Kemudian ada di Kecamatan Pondok Aren sebanyak 36 Unit, sampah yang terolah selama 2020 sebanyak 44,04 Ton. Juga di Kecamatan Ciputat sebanyak 54 Unit, sampah terolah selama 2020 sebanyak 83,27 Ton,” imbuhnya.

“Di Kecamatan Ciputat Timur sebanyak 39 Unit, sampah terolah selama 2020 sebanyak 54,62 Ton. Kemudian di Kecamatan Setu sebanyak 31 Unit, sampah terolah selama 2020 sebanyak 82,49 Ton. Di Kecamatan Serpong sebanyak 20 Unit, sampah terolah selama 2020 sebanyak 33,94 Ton. Yang terakhir di Kecamatan Serpong Utara sebanyak 27 Unit, sampah terolah selama 2020 sebanyak 32,06 Ton,” jelasnya.

Senada, Kepala Seksie Kemitraan Dinas Lingkungan Tangsel, Ahmad Rivai mengatakan, dari 313 Unit Bank Sampah di seluruh kecamatan di Kota Tangsel, tercatat dapat mengolah sampah non organik sebanyak 2816 ton, periode 2013 hingga 2020 lalu.


“Dengan 313 Unit Bank Sampah yang dimiliki oleh DLH Kota Tangsel, kami mencatat sedikitnya 2816 ton sampah non organik yang dapt diolah. Itu catatan periode 2013 hingga 2020 lalu. Jadi, dengan grafik yang sangat baik tersebut, kami terus mendorong penambahan Bank Sampah, agar semakin tersebar di masyarakat. Hal itu, guna membantu mengatasi sampah yang ada di Kota Tangsel,” ungkapnya.

Rivai sapaan akrabnya menerangkan, selain jumlah pengurangan sampah non organik yang cukup signifikan, tercatat pula perputaran uang yang dihasilkan melalui Bank Sampah tersebut sebesar Rp.3,8 miliar.

“Jumlah perputaran uang mencapai sekitar 3,8 Miliar Rupiah. Dengan catatan catatan tersebut, sekali lagi kami sangat berharap partisipasi masyarakat dalam membantu suksesnya keberadaan Bank Sampah. Dengan mencatatkan sampah non organik di Bank Sampah, masyarakat pun diyakini dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang ada di Kota Tangsel,” terangnya.
 
“Dinas Lingkungan Hidup mendorong pengurangan sampah di sumber, salah satunya melalui Bank Sampah. Untuk mendirikan Bank Sampah sangat mudah, caranya dengan menghubungi DLH dan akan diberikan fasilitas sarana dan prasarana penimbangan. Dinas Lingkungan Hidup juga menyediakan pendampingan melalui Tenaga Pendamping Bank Sampah, tersebar di 7 kecamatan. Biayanya free alias gratis,” tandasnya. (***)