Jumat, 25 Sep 2020 | WIB

DKI Jakarta Kembali Terapkan PSBB, Airin: Tangsel Ikuti Kebijakan Gubernur Banten

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 10 September 2020, 20:00 WIB
MCMNEWS.ID | Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany. (Dok: Andre)

MCMNEWS.ID – Terkait kembali diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany, memastikan bahwa Kota Tangsel mengikuti kebijakan yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Banten.

Airin menjelaskan, saat ini DKI melakukan penerapan PSBB seperti awal lagi, dimana beberapa sektor usaha ditutup dan memberlakukan lagi WFH pada seluruh perusahaan. Kemudian beberapa pusat keramaian, ditutup agar mengurangi pengumpulan banyak orang.

”Tangsel sudah PSBB, kita ikuti Gubernur Banten. Jadi keputusannya berdasarkan Gubernur Banten dan tentu pasti Gubernur Banten akan melihat berdasarkan data yang kita punya,” kata Airin, dalam rilis yang diterima Mcmnews.id, Kamis, (10/9/2020).

Airin menyambut baik dengan diberlakukannya kembali PSBB di DKI Jakarta. Menurutnya, dengan alasan banyak Warga Tangsel yang tidak perlu berpergian ke Jakarta. Sebagaimana diketahui bahwa mobilitas Warga Tangsel ke DKI sangatlah tinggi.

”Kalau nanti misalnya ada pengurangan kegiatan aktivitas di DKI jakarta itu pun mudah-mudahan bisa mengurangi yang positif dan OTG di Tangerang Selatan,” katanya.

Sementara untuk mengikuti PSBB yang ditetapkan oleh Pemerintah DKI, Airin menjelaskan bahwa di Tangsel seluruh pasien tanpa gejala bisa melakukan isolasi mandiri. Jikapun tidak bisa maka pasien dimasukan ke Rumah Lawan Covid (RLC).

”Jika ditemukan diperkantoran positif segera kita lokdown 3 hari dengan lakukan rapid tes dan tracking,” tuturnya.

Sementara saat ini Airin akan berusaha untuk memperhatikan kebijakan yang sudah ditentukan oleh DKI dan seperti apa imbas yang akan terjadi di Kota Tangsel. Lanjutnya, dikhawatirkan karena kebijakan yang berebeda, warga DKI yang mungkin ingin menghabiskan waktu luang justru pergi ke Tangsel.

”Misalnya banyak warga DKI yang ke kita, ke mall terus ternyata menambah angka positif ratenya diatas satu pasti kita akan memperketat,” tandasnya.

back-to-top