Kamis, 29 Okt 2020 | WIB

Ditangkap Jam 4 Pagi, Komando Jaksel Desak Polisi Segera Bebaskan Naufal

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 13 Oktober 2020, 13:33 WIB
MCMNEWS.ID | (Dok: Istimewa)

MCMNEWS.ID – Presidium Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (Komando) Jakarta Selatan (Jaksel), Surya Hakim Lubis, menyayangkan sikap kepolisian yang kembali menangkap mahasiswa yang sempat dibebaskan dari Polda beberapa waktu lalu.

Dia pun mengultimatum aparat kepolisian untuk tidak bertindak represif kepada massa yang melakukan unjuk rasa menolak UU Omnibus Law.

“Kawan kami Muhammad Fakhir Naufal ditangkap lagi. Dia dijemput sekitar jam 4 pagi dengan tuduhan pasal 28 UU ITE tentang ujaran kebencian yang didapatkan polisi di HP-nya yang masih diamankan polisi,” kata Surya Hakim Lubis, Selasa (13/10/2020).

Pria yang juga akrab disapa Hogay itupun, mengungkapkan, bahwa Muhammad Fakhir Naufal adalah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

“Komando Jaksel sangat menyayangkankan hal tersebut. Polisi harus berpijak kepada Tribrata dalam pijakan Pancasila. Jangan asal tangkap orang yang berbeda pendapat, jangan seperti polisi kolonial,” tegasnya.

Dia pun mendesak polisi segera membebaskan Naufal dan aktivis gerakan lain yang ditangkap aparat.

Sementara itu, Tim Advokasi Lembaga Bantuan Hukum Tridharma Indonesia (LBH TI), Asmir Saragih, juga mengecam keras tindakan represif dari aparat kepolisian dalam merespon aksi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

“Kami mengecam tindakan aparat keamanan telah melakukan tindak kekerasan dan intimidasi terhadap mahasiswa dan pelajar,” kata Asmir, dalam konfrensi pers di UMJ, Senin malam, (12/10/2020).

back-to-top