Sabtu, 19 Sep 2020 | WIB

Disperkimta Tangsel Gelar Workshop RUTLH 2020

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 20 Februari 2020, 11:38 WIB
MCMNEWS.ID | Workshop Disperkimta soal perbaikan Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH) tahun anggaran 2020, di Ibis Hotel, Gading Serpong, Rabu, (19/2/2020).

MCMNEWS.ID – Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan (Perkimta) kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan workshop kegiatan perbaikan Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH) tahun anggaran 2020, di Ibis Hotel, Gading Serpong, Rabu, (19/2/2020).

Kepala Bidang Perumahan Disperkimta kota Tangsel, Yulia Rahmawati, mengatakan, dalam kegiatan tersebut Disperkimta kota Tangsel bersama Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) sedang menyusun perencanaan anggaran dan design yang akan di realisasikan yaitu sebanyak 305 unit rumah.

“Ini rangkaian dari pelaksanaan kegiatan perbaikan rumah umum tidak layak huni atau yang dikenal dengan bedah rumah. Ini kegiatan yang sedang kami laksanakan, kami dari dinas mendampingi teman-teman BKM dalam menyusun RAB dan Gambar dari unit rumah yang akan kita bedah.” Kata Yulia.

Dalam anggaran tahun 2020, Yulia mengatakan, Disperkimta Tangsel memiliki target memperbaiki 305 unit rumah yang diusulkan dari hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrembang) tahun 2019 yang diadakan di seluruh kelurahan yang ada di Tangsel.

“Tahun 2020 ini ada 305 unit rumah yang kami anggarkan, tersebar di 7 kecamatan. Jadi ini berdasarkan usulan dari ketua RT dan RW lingkungan hasil musrembang tahun lalu, dianggarkan ditahun 2020.” Ungkapnya.

“Dari 54 kelurahan yang ada di Tangsel, hanya 41 kelurahan yang mengusulkan, karena itu hasil usulan dari kelurahannya sendiri.” lanjutnya.

Wanita yang juga akrab disapa Era itu pun mengungkapkan, Meskipun luas lahan masyarakat yang akan dibangun tidak sama luasnya, pihaknya akan memaksimalkan standarisasi rumah sehat untuk masyarakat.

“Jadi kita tetap berusaha semaksimal mungkin, meskipun keterbatasan lahan, kami akan tetap memenuhi standarisasi rumah sehat, memperhatikan sirkulasi udara dan pencahayaan rumah.”

Era menjelaskan, dalam proses perbaikan rumah, pihaknya menargetkan waktu 45 hari dan terbagi menjadi dua tahap, yaitu tahap perencanaan dan pekerjaan fisik.

“Kalau pekerjaan bedah rumah ini memang rumah nya yang sudah bener-bener tidak layak huni, jadi sifatnya bukan rehab lagi, tapi pembangunan rumah baru. Standarisasinya 1 ruang tamu, 2 kamar tidur, kemudian dapur, dan 1 kamar mandi.” jelasnya.

“Target kita itu sedang dimaksimalkan sebelum lebaran sudah selesai. Kalau pekerjaannya itu dikontrak oleh BKM selama 45 hari. 15 hari pekerjaan perencanaan dan 30 hari pekerjaan fisik. Mulai senin depan kami sudah mulai sosialisasi pelaksanaannya ke kecamatan yang ada di tangsel.” tandasnya. (ADV)

back-to-top