Detail

Dijadikan Obat Terapi Covid-19, Apotek di Tangsel Keluhkan Kelangkaan Barang

Rabu, 7 Juli, 2021, 14:56 WIB
Penulis: Andre Pradana

MCMNEWS.ID – Beberapa Apotek di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengalami kelangkaan obat-obatan terapi Covid-19.

Kepala Apotek Prima Sehat Ciputat, Hendri, mengatakan, kelangkaan obat-obatan terapi Covid-19 sendiri sejak kasus Covid-19 mengalami lonjakan beberapa bulan yang lalu.

“Kosong, sejak awal pertama kasus covid-19 naik sudah tidak ada. Saya dengar semua diarahin ke Kimia Farma, saya lihat di sosial media, di Kimia Farma ada stoknya asalkan bawa resep,” kata Hendri, kepada Mcmnews.id, ditulis Rabu, (7/7/2021).

“Azithromycin kita jual satu tabletnya Rp.90.000, dan itu sudah dua minggu lalu habis. Invermex 12 kita jual Rp.85.000 itu paten, generiknya kita gak dapet. Saya sudah sempat ke PBF(Pedagang Besar Farmasi, red), tapi tidak ada barang,” lanjut Hendri.

Senada, staf teknis Apotek Kawi Jaya Pamulang, Wakijo, mengatakan, distributor pemilik obat terapi Covid-19 layaknya Ivermectin, Oseltamivir, Azithromycin, Tocilizumab telah kosong kurang lebih 3-4 minggu yang lalu.

“Kalo sekarang-sekarang ini pada kosong, karena distributornya sendiri pada enggak ada. Jadi kalo untuk terapi yang Covid ini kita kosong lah, paling Fapifilir doang kita punya, yang lain kita kosong,” tuturnya.

“Ada beberapa yang punya stoknya, cuman harganya kita ga masuk dengan Harga Eceran Tertinggi,” kata Wakijo.

Sementara itu, salah seorang petugas Apotek K24 Serpong, Imas Fajri, menuturkan, harga obat terapi yang saat ini beredar diatas HET yang telah ditetapkan oleh Kemenkes.

Sehingga, lanjut Imas, pemerintah perlu melakukan evaluasi dalam penentuan HET obat-obatan terapi.

“Kalau yang diawasi pemerintah kan harganya. Untuk harga memang kita lihat dari Pedagang Besar Farmasi (PBF), harganya masih di bawah harga HET yang tertera di kemasan. Di tiap obat itu sudah tertera HETnya, kita jual masih dibawah HET,” ujar Imas.

“Namun dari pemerintahan itu yang berbeda. Di harga untuk obat antibiotik Azithromycin, pemerintah meminta kita bisa jual harganya Rp.1700 per tablet, sedangkan kita dapet dari PBF tadi modalnya diatas Rp.1700. Kemarin sidak dari Kejaksaan, kita sudah komplain. Kata tim sidak ini akan di evaluasi dulu dari pemerintahnya,” tambah Imas.

Diketahui, sebelumnya Kemenkes telah mengeluarkan HET untuk beberapa obat yang disinyalir dapat digunakan untuk terapi Covid-19.

Adapun 11 obat yang ditetapkan Harga Eceran Tertinggi sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan tersebut, antara lain :
1. Favipiravir 2OO mg (Tablet) Rp.22.500 per tablet
2. Remdesivir IOO mg (Injeksi) Rp.510.000 per vial
3. Oseltamivir 75 mg (Kapsul) Rp.26.000 per kapsul
4. lntravenous Immunoglobulin 5% 50 ml (lnfus) Rp.3.262.300 per vial
5. lntravenous Immunoglobulin 10% 25 ml (Infus) Rp. 3.965.000 per vial
6. lntravenous Immunoglobulin l07o 5O ml (Infus) Rp. 6.174.900 per vial
7. Ivermectin 12 mg (Tablet) Rp.7.500 per tablet
8. Tocilizrrmab 4O0 mg/20 ml (Infus) Rp.5.710.600 per vial
9. Tocilizumab 8o mg/4 ml (Infus) Rp.1.162.200 per vial
10. Azithromycin 50O mg (Tablet) Rp.1.700 per tablet
11. Azithromycin 50O mg (Infus) Rp.95.400 per vial