Selasa, 29 Sep 2020 | WIB

Datangi TPA Cipeucang, Komisi IV DPRD Tangsel: Sudah Tidak Layak

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 27 Mei 2020, 17:00 WIB
MCMNEWS.ID | Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangsel, Aldi S Zuhri. (Dok : Andre)

MCMNEWS.ID – Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meninjau langsung jebolnya tanggul di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Cipeucang yang mengakibatkan sampah memenuhi aliran sungai Cisadane.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangsel, Aldi S Zuhri, mengatakan, dari hasil peninjauan langsung dilokasi, menurutnya TPA Cipeucang sudah tidak layak. Hal itu lantaran, TPA Cipeucang sudah tidak dapat menampung volume sampah lagi.

“Secara equality saya melihat langsung bahwa Cipeucang sudah tidak layak karena sampahnya sudah over load, sementara sheet pile nya itu yang ditanam dalamnya 11 meter, semenyara yang keluar tingginya 2 meter, jadi toal 13 meter. Sementara sampahnya (hingga) 14 atau 15 meter melebihi dari sheet pile itu, ketika curah hujan terus menerus saya kira memang tidak akan kuat,” kata Aldi, kepada wartawan di TPA Cipeucang, Rabu, (27/5/2020).

“Sementara yang saya khawatirkan adalah kontraktornya bertanggung jawab atau tidak, namun pak Kabid sudah mengatakan dia (kontraktor) bertangggung jawab,” tambahnya.

Politisi PDIP itupun menilai, menurutnya sampai saat ini Pemerintah Kota Tangsel belum serius mengatasi permasalahan sampah.

“Kami sudah kunjungan ke Surabaya dan Blitar, (disana) mereka sampah itu dikelola yang berguna bagi masyarakat, bukan sampah itu hanya ditimbun kemudian masyarakat cari uang recehan. Sampah inikan tenaga listrik juga, namun gak tau Tangsel ini entah sampai saat ini belum siap atau belum mau, atau bahkan belum ada sahwatnya,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Anggota DPRD dari Fraksi PSI, Aji Bromokusumo, mengungkapkan, menurutnya, TPA Cipeucang sudah tidak layak, hal itu dikarenakan kapasitasnya yang sudah tidak mampu menampung produksi sampah di Kota bertajuk Cerdas, Modern, dan Religius tersebut.

“Kapasitas yang diangkut hanya sekitar 300 ton sedangkan Tangsel sendiri total produksi sampahnya hampir 1000 ton, 3 kali lipat ketinggalan, sementara landfill 3 yang mau direncanakan masih belum beres, nambo juga belum beres. jadi masih tarik ulur,” ungkap Aji.

“Jadi memang kalau masalah layak atau tidak layak, TPA Cipeucang sudah tidak layak,” tandasnya.

back-to-top