Kamis, 1 Okt 2020 | WIB

Datangi Pelaku UMKM, Saraswati Sayangkan Kurangnya Perhatian Dari Pemerintah

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 17 September 2020, 17:56 WIB
MCMNEWS.ID | Rahayu Saraswati Datangi Pelaku UMKM di Kota Tangerang Selatan.(Dok: Andre)

MCMNEWS.ID – Bakal Calon Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengapresiasi kegigihan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mampu bertahan di masa pandemi Covid-19.

Demikian disampaikan Saraswati, usai menemui para pelaku UMKM Tahu dan Tempe di Kedaung, Pamulang, Tangsel, Kamis, (17/9/2020).

Meski menjadi salah satu pihak yang berpengaruh dalam menggerakan perekonomian, Saraswati menyayangkan kurangnya perhatian dari Pemerintah kepada para pelaku UMKM.

“Tetapi memang dari segi perhatian dari Pemerintah untuk memastikan bahwa tempat tersebut higienis, lalu dari segi aturan, dari segi cara dan pengelolaan serta pembuatan memang harus ada perhatian khusus dan training,” kata Saraswati.

“(Perhatian) bukan hanya sekedar insentif, (tetapi) dari segi dukungan kepada UMKM dan segi regulasi, (serta) memastikan bahwa lingkungan hidupnya harus dijaga,” lanjutnya.

Keponakan Prabowo Subianto itupun mengungkapkan, dirinya yang berpasangan dengan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel, Muhamad, memiliki program yang berfokus kepada para pelaku UMKM.

Lanjut Saraswati, dengan melakukan digitalisasi UMKM, ia berharap dapat membantu para pelaku UMKM dalam hal peningkatan kapasitas penjualan kedepannya.

“Memang fokus kita ke UMKM itu kepada peningkatan kapasitas, untuk yang kesulitan menjual atau melakukan transaksi, bagaimana mereka bisa mendobrak ke online, jadi digitalisasi UMKM itu salah satunya,” tandasnya.

Ditempat yang sama, senada dengan Saraswati, Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PSI, Maretta Dian Arthanti, juga menyayangkan kurangnya perhatian dari Pemkot untuk para pelaku UMKM Tahu dan Tempe.

“Kalau kita lihat secara higienisitas kita merasa belum ada sentuhan (dari pemerintah), bukan hanya terkait pada tempat produksi, tetapi lebih kepada lingkungan, entah edukasi kepada masyarakat, karena itu akan berdampak pada hasil produksi mereka,” kata Maretta.

“Itu yang nanti akan saya follow up kepada pemerintah, sebagaimana perhatian mereka terhadap lingkungan juga, selain juga proses pemasaran sudah pasti, kalau itu harus,” tandasnya.

back-to-top