Detail

BPKAD: SiLPA Tangsel Tahun 2020 110 Miliar

Wednesday, 21 April, 2021, 18:34 WIB
Penulis: Andre Pradana

MCMNEWS.ID – Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun 2020 disebut mencapai Rp.110 Miliar.

Demikian dikatakan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tangsel, Warman Syanudin, ditulis Rabu, (21/4/2021).

“SiLPA 2020 itu 110 Miliar. (Anggaran pembiayaan dan pekerjaan dinas) Semuanya terserap. Jadi SiLPA ini artinya ada yang sifatnya persiapan untuk tahun di 2021 murni di Januari,” kata Warman.

“Kan di Januari itu perlu namanya uang persediaan untuk awal kegiatan, sedangkan untuk kegiatan kegiatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah terlaksana semua,” lanjutnya.

Warman menyatakan, tahun anggaran 2020, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel berhasil membukukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan status surplus.

“Jadi SiLPA itu per 31 Desember 2020 untuk kegiatan yang tahun anggaran 2021. Surpluslah APBDnya. Jadi ini (Rp.110 miliar) otomatis masuk kepada persediaan awal APBD 2021,” ujar Warman.

Diberitakan sebelumnya, Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahardiansyah menyatakan, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA), dapat langsung digunakan jika Pemerintah Daerah (Pemda) mengalami defisit anggaran. Pasalnya, SiLPA tahun sebelumnya dapat diartikan sebagai bentuk penerimaan pembiayaan.

“Defisit terjadi bila jumlah pendapatan lebih kecil daripada jumlah belanja.
Apabila Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengalami defisit, defisit tersebut dapat dibiayai dengan penerimaan pembiayaan, termasuk dalam penerimaan pembiayaan tersebut misalnya SiLPA) tahun sebelumnya,” kata Trubus Rahardiansyah, beberapa waktu lalu, Rabu, (7/4/2021).

Trubus, sapaan akrabnya menuturkan, SiLPA yang dipastikan tersimpan didalam rekening bank milik pemerintah tersebut, dapat digunakan langsung pada triwulan tahun anggaran selanjutnya.

“Ya bisa (langsung digunakan). Itu kan tersimpan didalam rekening bank milik pemerintah. Jadi dipastikan dapat digunakan pada triwulan pertama, tahun anggaran selanjutnya. Jika pemerintah membutuhkan, itu bisa langsung dicairkan,” tutur Trubus.