Minggu, 6 Des 2020 | WIB

Berniat Pasang 5000 Titik Wifi Di Tangsel, Muhamad-Saraswati Singgung Soal Keadilan Sosial Belum Terwujud

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 28 Oktober 2020, 19:59 WIB
MCMNEWS.ID | Calon Wakil Walikota Tangerang Selatan, Rahayu Saraswati. (Dok: Andre)

MCMNEWS.ID – Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) nomor urut satu, Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo janjikan pemasangan 5000 titik wifi yang tersebar di seluruh Kecamatan Kota Tangsel.

Rahayu Saraswati menjelaskan, pemasangan 5000 wifi dilakukan untuk memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat.

Selain itu, pemasangan wifi gratis juga diperuntukan untuk pendidikan literasi berbasis daring.

“Ada ketimpangan literasi berbasis daring. Seperti kita tahu, beberapa waktu lalu ada seorang ibu yang kesulitan membeli gadget untuk anaknya belajar daring, disini bagaimana saya hadir untuk mewujudkan Sila Kelima Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” kata Rahayu Saraswati, ketika diwawancara, Rabu (28/10/2020).

“Melihat hal tersebut, kita mau siapkan wifi hingga 5000 titik bagi masyarakat Tangsel. Agar ketersediaan layanan akses internet menjangkau seluruh masyarakat. Terlebih, di 60 Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Bagaimana budaya literasi kepada masyarakat, bisa menyentuh ke seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.

Saraswati mengatakan, terdapat empat kecamatan yang disinyalir belum merasakan pembangunan di Kota Tangsel.

“Sedikitnya ada empat kecamatan. Kita tahu lah, masyarakat Tangsel juga tahu. Ada Kecamatan Pamulang, Ciputat, Ciputat Timur, dan Kecamatan Setu, yang saya lihat pembangunannya belum merata,” jelasnya.

“Kalau kita bicara Serpong, Bintaro, bagaimana masifnya pembangunan disana. Ini yang harus disejajarkan, diratakan pembangunanya,” lanjutnya

Sementara itu, ditempat yang sama, Ketua Forum TBM Provinsi Banten, Andri Gunawan mengungkapkan, sedikitnya enam kriteria dalam TBM, agar pendidikan literasi dapat berfungsi di masyarakat.

“Minimal menyelenggarakan tiga literasi dasar. Literasi konvensional baca tulis, digital, finansial. Selain ada literasi budaya, kekeluargaan, literasi generasi. Jadi TBM itu tidak hanya pengadaan buku dan rak, bagaimana TBM dapat mengikuti perkembangan zaman, di era digital seperti saat ini,” tegas Andri.

back-to-top