Minggu, 6 Des 2020 | WIB

Berikut Penjelasan Satpol PP Tangsel Soal Penurunan Baliho ‘Koruptor Ngacir’

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 15 November 2020, 18:25 WIB
MCMNEWS.ID | Kepala Bidang Penegakkan Perundang-undangan Satpol PP Kota Tangsel, Sapta Maulana. Dok: Istimewa

MCMNEWS.ID – Kepala Bidang Penegakkan Perundang-undangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Sapta Maulana, menjelaskan alasan pihaknya mencopot Alat Peraga Kampanye (APK) yang tengah menjadi kontroversi.

APK yang dimaksud adalah baliho bergambar calon Wakil Walikota Tangsel nomor urut satu Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, dengan tulisan ‘Coblos nomor 1, Koruptor Ngacir, Bebas Banjir, Tangsel Lancar’.

Sapta mengatakan, bahwa baliho Rahayu Saraswati tidak sesuai dengan desain dan titik penempatan yang dilaporkan ke KPU Kota Tangsel.

“Itu kita copot karena desain dan titik yang diusulkan ke KPU Tangsel oleh Pasangan Calon Muhamad-Saraswati tidak sesuai. Kita patokannya itu,” kata Sapta Maulana, Minggu, (15/11/2020).

“Desain yang seharusnya itu, dalam spanduk berpasangan. Yang kami copot itu kan yang desainnya sendiri, jadi itu yang kami anggap tidak sesuai dengan yang diusulkan oleh calon,” tambahnya.

Seperti diketahui, Satpol PP Kota Tangsel sempat menurunkan spanduk Calon Wakil Walikota Tangsel yang berisi ‘Koruptor Ngacir’, karena disinyalir mengandung ujaran kebencian.

Rahayu Saraswati pun turut menanggapi hal tersebut, menurutnya tulisan dalam APK tersebut tidak mengandung ujaran kebencian, melainkan ujaran kebenaran.

“Tentunya ya kalau menurut kita, dari kami yang memang punya ide untuk memasang poster-poster tersebut, itu sebenarnya ujaran kebenaran, bukan (ujaran) kebencian,” kata Rahayu Saraswati, ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu, Sabtu, (14/11/2020).

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra itupun menyebut, dengan sistem yang ingin diterapkan jika terpilih nanti, yaitu transparansi dan akuntabel, siapapun yang ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan akan ‘ngacir’.

“Kita memang berharap dengan kita mengadakan sistem transparan dan akuntabel, ya pasti siapapun yang mau ngambil kesempatan dalam kesempitan, mereka-mereka yang tidak bertanggung jawab akan pergi dengan sendirinya,” lanjutnya.

back-to-top