Sabtu, 26 Sep 2020 | WIB

Bela Saraswati Yang Disebut Lakukan Kampanye Negatif, Politisi Perindo: Jangan Cepat Panas & Reaksioner

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 09 September 2020, 20:04 WIB
MCMNEWS.ID | Politisi Muda Partai Perindo, Dodi Prasetya Azhari. (Dok: Andre)

MCMNEWS.ID – Politisi Partai Perindo Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Dodi Prasetya Azhari, angkat bicara menyoal tidak adanya rumah sakit daerah dengan kelas A/B di Tangsel untuk pemeriksaan kesehatan calon Walikota dan calon Wakil Walikota.

Dodi mengatakan, besarnya APBD Kota Tangsel sebesar Rp 2 Triliun sejak tahun 2015, nampaknya tidak bisa mengantarkan kota pimpinan Airin Rachmi Diany mempunyai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kelas B.

Bahkan, bakal calon Wakil Walikota Tangsel, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dengan cepat mengaitkan hal itu sebagai bukti adanya permasalahan serius dalam pembangunan dan pelayanan kesehatan di Kota Tangsel.

Namun, lanjut Dodi, dirinya menyesalkan kritikan yang dilontarkan keponakan Prabowo Subianto tersebut malah direspon secara negatif oleh tim komunikasi Benyamin-Pilar dan Politikus Golkar Tangsel yang merupakan anggota Dewan. Mereka menilai Saraswati melakukan kampanye negatif.

“Jadi apa yang dinyatakan oleh Rahayu Saraswati bukan kampanye negatif seperti yang dituduhkan oleh politikus Golkar dan Tim Pemenangan Benyamin Pilar. Tapi itu Fakta,” kata Dodi, Rabu, (9/9/2020).

“Ketidakmampuan kinerja Pemkot Tangsel selama 10 tahun atau 2 periode Airin- Benyamin itulah yang dikiritik oleh Saraswati sebagai pengingat dan kritik membangun,” lanjutnya.

Dodi mengungkapkan, dirinya mengaku heran lantaran kritik atas buruknya kinerja Pemkot Tangsel malah dibela oleh Anggota Dewan. Dikatakan Dodi, seharusnya Dewan melakukan fungsi-fungsi pengawasan terhadap kinerja Airin-Benyamin Davnie selama dua periode.

“Harusnya pandai menanggapi kritik jangan terlalu cepat panas dan reaksioner,” tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, tim komunikasi Benyamin-Pilar, Reza Ahmad, menyebut Saraswati terlalu bernafsu menyerang bahkan dalam suasana yang sedang bersama-sama diperiksa kesehatannya di RSUD Kabupaten Tangerang.

Reza Ahmad menilai Saras terlalu nafsu hingga abai dengan data dan parahnya membuat kesimpulan yang sesat.

“Itu Ibu (Rahayu Saraswati, red) padahal sedang bareng-bareng diperiksa dan foto-foto bersama, bukannya konsentrasi ke pemeriksaan kesehatan malah sibuk kampanye negatif, mana datanya salah lagi. Dia harus banyak membaca data,” kata Reza Ahmad, dikutip dari Kedaipena.com, Rabu malam, (9/9/2020).

Reza Ahmad menjelaskan, Tangsel adalah daerah pemekaran baru, jadi wajar kalau belum ada RSUD yang tipe A atau tipe B. Di Banten, menurutnya memang tidak ada satupun RSUD yang tipe A.

Lanjutnya, Bahkan RSUD Kabupaten Tangerang yang jadi tempat pemeriksaan kesehatan para bapaslon peserta pilkada Tangsel tipe atau kelasnya adalah B.

“Bu Saras itu tahu nggak berapa usia RSUD Kabupaten Tangerang? Itu usianya sudah 56 tahun. Bahkan lokasinya saja berada di Kota Tangerang. Di Kota Tangerang sendiri ada RSUD tapi kelasnya masih sama dengan RSUD Tangsel yaitu kelas B. Jadi mengaitkan belum adanya RSUD kelas A di Tangsel dengan kegagalan Pemkot Tangsel mengelola bidang kesehatan adalah logika sesat. Tidak nyambung, maksain di kait-kaitan,” kata Reza.

back-to-top