Senin, 28 Sep 2020 | WIB

Baru Dikerjakan Tahun 2020, Pengamat Curiga Revitalisasi Pasar Ciputat Diwarnai Kepentingan Politik

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 03 Juli 2020, 20:49 WIB
MCMNEWS.ID | dok. Andre

MCMNEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) dikabarkan akan segera melakukan revitalisasi Pasar Ciputat pada tahun 2020 ini.

Sesuai rencana, revitalisasi akan dimulai dengan merelokasi para pedagang ke Plaza Ciputat selama proses revitalisasi Pasar selesai. Namun, proses revitalisasi pasar yang berdiri dari tahun 1996 tersebut menimbulkan pertanyaan, kenapa baru dilaksanakan pada tahun 2020 ini.

Padahal, menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, Maya Mardiana, menyebut, Pemkot Tangsel telah mengelola Pasar Ciputat sejak tahun 2017, setelah sebelumnya diserahterimakan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang pada tahun 2016.

“Iya (Diserahterimakan dari Kabupaten Tangerang) 2016 akhir, tahun 2017 baru dikelola oleh Pemkot Tangsel. Kemudian kita pemetaan dulu, pemetaan Sumber Daya Manusia (SDM), pemetaan pedagang, kemudian kebutuhannya apa saja, karena kan kerjasama dengan dinas bangunan. Kemudian rancangannya sepeti apa, kebutuhan pedagang seperti apa jadi kita konsul dulu,” kata Maya, ketika dikonfirmasi, Kamis, (2/7/2020).

Sementara itu, pembahasan dengan DPRD Kota Tangsel mengenai revitalisasi Pasar Ciputat dikabarkan telah selesai sejak tahun 2018 lalu.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, mengungkapkan, menurutnya pengerjaan tersebut disinyalir diwarnai dengan kepentingan politik, hal itu lantaran dikerjakan menjelang momen Pilkada.

Diungkapkan Trubus, jika memang telah selesai dibahas pada tahun 2018, seharusnya segera dijalankan.

“Ya kalau sudah dibahas di Badan Anggaran (Banggar) dan sudah selesai semua pembahasannya, harusnya segera dilaksanakan. Kan jadi timbul pertanyaan, kenapa justru dikerjakan pada 2020, dimana Tangsel akan melaksanakan Pilkada serentak. Seperti ada warna kepentingan politik, jika baru dikerjakan saat ini,” kata Trubus Rahadiansyah, Jumat, (03/7/2020).

Trubus menambahkan, DPRD sebagai lembaga pengawasan wajib memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk dimintai penjelasan dan transparansinya.

“Harusnya DPRD Kota Tangsel (Komisi III, Red) panggil OPD nya. Kenapa kok bisa molor, kenapa tidak segera dikerjakan. Yang terpenting adalah transparansi dan akuntabiltasnya Pemerintah Kota (Pemkot) dalam setiap program yang akan dikerjakan,” tandasnya.

back-to-top