Sabtu, 19 Sep 2020 | WIB

Bareskrim Polri ‘Turun Tangan’ Grebek Venesia Karaoke : Bukti Lemahnya Pengawasan Pemkot Tangsel Terhadap Perdagangan Orang

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 20 Agustus 2020, 22:17 WIB
MCMNEWS.ID | Ketua Fraksi Gerindra - PAN DPRD Tangerang Selatan, Ahmad Syawqi. (Dok : Instagram/ @ahmadsyawqi_)

MCMNEWS.ID – Fraksi Gerindra-PAN DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menyebut, penggerebekan di Venesia Karaoke adalah Bukti lemahnya pencegahan dan pengawasan Pemerintah Kota (Pemkot) terhadap Perdagangan Orang di Kota Tangsel.

Ketua Fraksi Gerindra-PAN DPRD Kota Tangsel, Ahmad Syauqi, mengatakan, ‘turun tangannya’ Bareskrim Polri dalam melakukan penggerebekan menunjukan kelemahan pencegahan dan pengawasan yang dilakukan Satpol PP.

“Sehingga menjadi pertanyaan, selama ini Satpol PP kemana? Jangan sampai ada pihak atau oknum yang ‘main mata’ untuk melindungi dan melakukan pembiaran,” katanya, keterangan yang diterima Mcmnews.id, Kamis, (20/8/2020).

“Pemkot Tangsel seharusnya melakukan pengawasan yang ketat ditempat hiburan malam. Sebab tempat hiburan malam menjadi tempat yang berpotensi dan rentan terjadi tindakan pidana perdagangan orang,” tambahnya.

Syauqi melanjutkan, atas kejadian itupun pihaknya meminta kepada Ketua DPRD Kota Tangsel agar segera memanggil Kepala Satpol PP untuk memberi penjelasan pengawasan yang dilakukan ditempat hiburan malam yang ada di Kota Tangsel.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bareskrim Polri yang telah melakukan penggrebekan tersebut dan mengusut tuntas kasus tersebut,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ramai diberitakan oleh media bahwa Bareskrim Polri telah melakukan penggerebekan disalahsatu tempat Karaoke dibilangan BSD, Kota Tangsel.

Penggerebekan dilakukan terkait dugaan adanya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus eksploitasi seksual.

Dalam penggerebekan tersebut, pihak kepolisian menjaring 47 wanita pemandu lagu alias LC yang berasal dari daerah Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

back-to-top