Minggu, 29 Nov 2020 | WIB

ASN Tidak Netral Akan Menyesal Seumur Hidup, DPRD Tangsel: Anak Cucu Akan Tahu Kinerjanya

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 27 Oktober 2020, 19:28 WIB
MCMNEWS.ID | Iwan Rahayu, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan. (Dok: Andre)

MCMNEWS.ID – Maraknya ketidaknetralan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam kontestasi Pilkada terus menjadi sorotan.

Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel, Iwan Rahayu menyebut, ASN yang disinyalir berafiliasi dengan salah satu pasangan calon (Paslon) akan menyesal seumur hidupnya.

“ASN itu harus netral. Kalau menjadi ASN yang ‘menjilat’ salah satu Paslon, dia akan menyesal seumur hidupnya. Sampai ke anak cucu akan tahu bagaimana kinerjanya. Jadi, jangan sia-siakan perjuangan menjadi ASN, yang puluhan tahun, hanya karena satu kasus mendukung Paslon,” kata Iwan Rahayu kepada Zonabanten (Pikiran Rakyat Media Network), Selasa 27 Oktober 2020.

Iwan menambahkan, hingga kini pihaknya belum mendapatkan surat pemanggilan yang ditujukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel Taryono, dari Komisi II.

“Kalau Saidun kan Komisi I ngasih surat ke pimpinan, untuk ditujukan ke Walikota, agar Saidun hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), soal kasusnya. Nah, kalau yang kasus Taryono belum ada surat dari Komisi II. Nanti kita infokan,” tambahnya.

Seperti diketahui, Kepala Dindikbud Kota Tangsel Taryono diduga melanggar netralitas ASN, karena disinyalir menjadi pendukung Paslon nomor urut tiga, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan.

Diberitakan sebelumnya, Beredarnya pesan terusan ‘arahan ibu’ dalam tangkapan layar whatsapp dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dinilai Wakil Koordinator Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) Jupri Nugroho, oknum pejabat tersebut telah menggadaikan kepercayaan masyarakat.

“Kami menilai, oknum pejabat itu telah menggadaikan kepercayaan masyarakat. Mereka itu tugasnya melayani masyarakat, bukan ‘melayani’ syahwat politik salah satu paslon,” kata Jupri Nugroho, beberapa waktu lalu, Senin, (19/10/2020).

back-to-top